SURAT DARI IKHWAN
Ukhti…
Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya di gunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang ? Atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan. Ukhti…
Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi?? Bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu..
Ukhti…
Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu??
Ukhti…
Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak Palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir.. Akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.
Ukhti…
Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan dininabobokkan dengan mimpi-mimpi jorokmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.
Ukhti…
Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat
Ukhti…
Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titipan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya di jadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu..
Ukhti…
Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu..
Ukhti…
Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamumu yang tertindas di palestina, pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kecil tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahidah-mujahidah teladan..
Ukhti…
Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat. Coba antum perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berprilaku binatang yang tak karuan. Sanggupkah antum menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan Islam??
Ukhti…
Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Khaliqm.. Antum adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu, banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….
Ukhti…
Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang lain, sesombong itukah hatimu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu
Ukhti…
Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola.. Sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan mengkhawatirka. Tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan, maukah antum di beri rizki sepelit itu.
Ukhti…
Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunnah senin kamis yang antum laksanakan, kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bidh pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang dirasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.
Ukhti…
Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum lewati, sikap ramahmu pada orang yang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataannya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi… antumlah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah
Ukhti…
Rajinnya shalat malammu (tidak menjamin) keistiqomahan seperti Rosulullah sebagai panutanmu..
Ukhti…
Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholiqmu,
Masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat malammu??
Ukhti…
Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi.
Akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid akan segara menghampirimu
Ukhti…
Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik.
Jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu..
Ukhti…
Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga Rabbmu.
Maka tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu
Ukhti…
Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu.
Sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, antum tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlaq busukmu di lupakan, kenapa muhasabah tidak dijadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik
Ukhti…
Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan past.
Bukankah apa yang antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah??
Kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan diri menjadi seorangan mujahidah yang solehah??
Ukhti…
Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton TV yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati Sampai lupa waktu, lupa bantu orang tua, kapan akan menjadi anak yang birrul walidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan,
Mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah??
Ukhti…
Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar??
Ukhti…
Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan akhlaq maka akan merusak citra akhwat yang lain
Ukhti…
Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah,
Siapkah antum sekarang menjadi istri solehah yang selalu didamba-dambakan oleh semua orang..TAMBAHAN DARI TEH NISAUL.. ^^Ukhti…
kenapa harus nunggu disuratin sama ikhwan ukhti?
…
Ukhti…
akankah surat ini sama berkesannya jika diganti judulnya menjadi
‘surat dari sesama muslimah’ ukhti? Ukhti…
kadang embel2 ‘ikhwan’ lah yang makes sense dari tadzkirah-tadzkirah semacam ini ya ukhti..
Ukhti…
baiklah mari sama-sama kita beristighfar untuk memperbaiki diri ukhti..
Ukhti…
karena sekalipun tidak ada teman-teman ikhwan, tetap ada mereka..
saudari-saudari kita yang siap untuk saling mengingatkan ukhti..![]()
(Suara Renungan Muslim _ Menjemput Hidayah Illahi) dengan merenung, aku menulis dengan menulis, aku berkarya dengan berkarya, aku berda'wah dengan berda'wah, aku menghidupkan agamaku
Tampilkan postingan dengan label By : Dwiki Al-Akhyar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label By : Dwiki Al-Akhyar. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 April 2011
Jeritan Hati Seorang Ikhwan
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Senin, April 11, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Jumat, 08 April 2011
Terima kasih Ibu Guru Dwiki Tercinta
Hari ini (30/12/10) hari yang paling bahagia bisa mendapatkan prestasi yang bisa saya pertahankan. sungguh sujud syukur ku persembahkan kepada-Mu ya Rabb.... ya Rabb...jangan sampai diri ini bangga akan semua itu. tapi bimbinglah diri ini untuk meraih prestasi yang gemilang. dan jangan sampe diri ini terbelenggu akan kesombongan.
oh ya terima kasih untuk guruku ( Bu Phidelia Perdana Putri) yang udah memberi Dwiki suport untuk maju dan terimakasih udah memberi buku panduan untuk belajar giat dirumah ( saat itu sangatlah senang bisa mendapatkan buku yang sangat berharga itu ) ...
bu kini Dwiki ucapkan terimakasih banyak saat ini Dwiki juga bisa belajar dengan lebih tenang untuk menghadapi UJIAN NASIONAL bu...
emh kok ibu perhatian banget ya sampe2 ibu memberi Dwiki buku yang sangat berharga itu...
padahal buku tuch sangatlah mahal kalau dinilai dengan materi dan buku tuch mahal bangaet kalo dinilai dari segi keikhlasan ibu....
disitu ibu kelihatan ikhlas dalam memberi Dwiki buku itu. sampe2 ibu juga memegang erat tangan Dwiki j( jadi gimana gituh Dwiki nya he..hee heee ^_^ )
sekali lagi makasih banyak ya bu.....
To : Bund Phidelia Perdana Putri
Guru SMK Karya Andalas Palembang
Matematika 2010/2011
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, April 08, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Mencari JATI DIRI
Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Hmm, sudah lama ya aku nggak nulis.. belakangan ini memang males banget deket2 komputer. Coz komputerku ada monsternya, monster skripsi dan kolokium. Alhamdulillaah skripsinya 90% terselesaikan. Tapi monster kolokium belum terkalahkan, masih kembang kempis nyaliku untuk menghadapinya. Semangat, semangaaat…
Okay, sekarang ku mulai aja ‘dobos’anku kali ini.. yuuuuk… ^^
Pencarian Jati Diri
Kayak ABG aja ya… tapi emang aku ABG sih.. (Akhwat Baru Gaul).. hehe.. betul betul betul…
Emang selama ini ke mana aja non??
Itulah aku. Selama ini aku berada pada suatu wadah yang besar dan megasyikkan. Hingga tiba waktunya, karena usiaku yang kian menua dan banyak anak2 muda yang mau gantian masuk ke wadah itu, mau tak mau aku pun harus keluar perlahan2 tapi pasti dari wadah indah itu.
Ya, wadah itu adalah Dakwah Kampus… tepuk tangan yg meriah untuk tamu special kita… (lho?!)
Di sinilah ku temukan indahnya Islam, dekatnya ALLOH, mulianya para Rosul dan sahabat, serta dahsyatnya ukhuwah. Dari nol aku menapakinya. Setelah kumasuki dunia baruku ini, banyak sekali perubahan2 signifikan pada diriku. Dari celana sampai ke rok, dari kerudung biasa sampai ke jilbaber, dari suka lagu2 aneh sampai ke nasyid & murotal, dari terbata-bata sampai bisa sedikit merdu dalam tilawah, dari pemalu sampai malu2in (nggak dink, yg bener tuh jd pe-de), dari tidak tau sampai sok tau (kalo yg ini agak bener tp tepatnya adalah jd lebih banyak tau hal2 baru), dari nasionalis jadi islamis (maksudnya sudut pandangku), dll. Pokoknya banyak deh.. yg jelas dari mata turun ke hati, akupun mulai jatuh hati.. hehehe.. jatuh hati pada cinta yg hakiki… cie..
Tiga tahun sudah aku di dakwah kampus. Walau status amanahku ecek2, tapi aku suka dan sulit ku lupa. Alhamdulillaah..
Sampai waktunya, ku harus meniggalkanmu. Ataukah kau yang merasa bosan dengan ku… tapi inilah perjalanan, ada fase di setiap tapaknya. Walau berat terasa, tapi harus tetap berpisah.. oh, tidaak.. (lebay!!)
Di perjalananku selanjutnya, aku bertemu dengan dakwah kampung. Wow, beda euy! Trial and error adalah menu utamaku di sini. Lucu, malu, seneng, rindu campur aduk jadi satu. Syuro sama orang2 tua, ikut pengajian ibu2 (mana disuruh jadi mc dan baca tilawah pula.. karena di masjid, suaranya kedengeran se-antero kampung lho.. hehe), latihan ngajar TPA dengan polah anak2 yg bandel2 (jd ingat masa kecilku, ora beda.. hehe), spreading (dg berbagai penolakan dan penerimaan warga yg mengharukan.. huhuhu) , pelayanan kesehatan, taklim remaja,dll. Beda banget deh dari kampus poenya.. lebih mantab.. (^^,)b
Hampir dua tahun aku di wadah baruku ini. Alhamdulillaah sampai saat ini. Terima kasih ALLOH.. bila ku ingat lelah, ayah bunda.. (koq malah nyanyi to..). maksudnya, aku sangat bersyukur karena tidak semua orang bisa merasakan nikmat ini. Hukum seleksi alam berlaku di sini (bukan dink, lebih tepat kalo kita sebut dengan seleksi ALLOH). Yang berguguran di tengah jalan ada, yg membuat batalyon barisan sakit hati juga ada, yg pindah gerakan ada juga, yg nggak jelas mungkin juga ada.. hehehe.
Aku pun sering sakit hati. Tapi lagi2 ku sadari bahwa akulah yang kurang ilmu. Hingga detik ini. Ngaji di ta’lim ini ada cocoknya ada nggak-nya (sururiyah donk?!), ngaji di halaqoh itu banyak cocoknya tapi sering nggak kutemukan jawaban pertanyaan2ku, ngaji forum diskusi satunya kadang cocok seringnya nggak sepakat. Jadi statusku adalah tidak jelas. Aku juga nggak ngerti nih. Aku adalah sang pencari. Di mana kutemukan kebenaran dan kemantapan hati, maka itulah jalan yg kupilih. Semoga ALLOH senantia membimbingku.. Amiin ya ROBB..
Sahabat Rosul saw, Abdullah bin Mas’ud.ra berkata : “jama’ah itu adalah apa yg sesuai dgn kebenaran meskipun kamu seorang diri.”
ALLOHU Ta’ala a’lam.
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, April 08, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Rasa syukurku pada tuhanku
Yaa allah ya tuhanku
Tiada kata lain yg sanggup aku ucapkan
Selain syukur alhamdulillah
Atas sgala rahmat yg tlah engkau berikan padaku.
Sgala puji aku panjatkan
Kehadirat allah SWT
Shalawat beserta slm tak lupa
Aku haturkan kpd junjungan umat
Nabi muhammad saw.
yaa allah ya tuhanku
Sungguh aku sgt bersyukur skali dg hdpku
Aku merasa engkau sangat menyayangiku
Kala ada mslh yg membelitku
Engkau tunjuk hambamu yg laen tuk membantuku
Kala ada yg berusaha memperdaya dan menipuku
Engkau kasih petunjuk pula padaku
Yaa allah ya tuhanku
Sungguh aku sgt mencintaimu
Bimbinglah aku,,tunjuk kanlah padaku
Kejalan yg engkau ridhoi.
Yaa allah ya tuhanku
Berilah aku ilham
Utk ttp mensyukuri nikmatmu
Yg tlah engkau anugrahkan kpdku
Dan juga kedua org tuaku
Dan utk mengerjakan
Amal saleh yg engkau ridhoi.
Yaa allah ya tuhanku
Masuk kan lah aku dg rahmatmu
Kedlm golongan hamba"mu yg saleh.
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, April 08, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Lihat Kedepan jangan pandang Masa Kelam
Jangan pnh liat masa lalu dg penyesalan
Jangan pula lihat masa dpn dg ketakutan
Tp lihatlah sekitarmu dg penuh kesadaran
Pertahankan iman dan buanglah ketakutan
Jangan percayai keraguan anda
Dan jangan ragukan keyakinan anda
Hidup ini indah seandainya anda tau
Bagaimana menjalani hidup ini
Bersyukurlah setiap yg ada pd kita
Atopun yg tidak ada pada kita
Setiap hari itu istimewa
Sesuai dg keinginan anda
Dan buatlah hari ini luar biasa.
Jangan pula lihat masa dpn dg ketakutan
Tp lihatlah sekitarmu dg penuh kesadaran
Pertahankan iman dan buanglah ketakutan
Jangan percayai keraguan anda
Dan jangan ragukan keyakinan anda
Hidup ini indah seandainya anda tau
Bagaimana menjalani hidup ini
Bersyukurlah setiap yg ada pd kita
Atopun yg tidak ada pada kita
Setiap hari itu istimewa
Sesuai dg keinginan anda
Dan buatlah hari ini luar biasa.
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, April 08, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Indahnya Ukhuwah
Dengan seorg sahabat kita bisa berbagi canda tawa
Berbagi rahasia bertukar pandangan
Berbagi kesuksesan maupun kekecewaan
Dan macam macam persoalan besar maupun kecil
Seorg sahabat adlh org yg dpt memahami perasaanmu
Slalu memaafkanmu,slalu membesarkan hatimu
Tak pnh membuatmu merasa kecil
Dan sahabat adlh org yg membuatmu merasa
Bahwa dunia ini begitu indah
Berbagi rahasia bertukar pandangan
Berbagi kesuksesan maupun kekecewaan
Dan macam macam persoalan besar maupun kecil
Seorg sahabat adlh org yg dpt memahami perasaanmu
Slalu memaafkanmu,slalu membesarkan hatimu
Tak pnh membuatmu merasa kecil
Dan sahabat adlh org yg membuatmu merasa
Bahwa dunia ini begitu indah
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, April 08, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Engkau Tetap Garudaku
Kerinduanku akan kehangatanmu membuatku meriang.
Kata orang, Merindukan sayang.
Tetapi ini sungguh berbeda dari hanya sekedar merindukan sayang.
Aku hanya merindukan engkau kembali terbang.
Engkau sudah menjadi sosok yang gagah.
Tidak hanya itu, engkau pun megah.
Di tengah himpitan benua-benua yang megah.
Engkau pun tetap tidak goyah.
Tahun ini engkau kembali menghunjukkan ketajamanmu.
Melaju terus tanpa ragu.
Meninggalkan yang dulu menghinamu.
Tuk tunjukkan kegagahanmu.
Majulah terus garudaku.
Meski apapun kondisimu.
Kau tetap ada di dadaku.
Kau akan tetap menjadi pembimbingku.
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, April 08, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Terbanglah Garudaku
Kau adalah kebanggaan bangsa
Kau adalah simbol negara
Kau melambangkan persatuan
Kau melambangkan persaudaraan
Kau melambangkan keterikatan
Aku ingin kau tetap terbang
Kami semua ingin kau tetap terbang
Kami ingin kau tetap berada di angkasa
Dengan segala kejayaan
Dengan segala kesuksesan
Tetaplah kepakkan sayap
Jangan sampai sayapmu patah
Tetaplah meluncur ke udara
Jangan sampai kembali menjejak bumi
Arungi angkasa
Lintasi buana
Kuasai dunia
Dan buatlah kami semua bangga
Bangga memiliki dirimu
Tetaplah terbang
Mengejar harapan
Meraih impian
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, April 08, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Bangkitkan Negeri Bersama
yang tajam dan membelah serta mengiris hati.....
tergantung kita yang menggunakannya...
Pisau Haram jika kita gunakan tuk saling bunuh membunh saudara saudara kita....
Pisau Halal jika kita gunakan sebagai pisau dapur yg digunakan untuk memotong2 sayuran.................................
Kita juga harus busa mengaca sejauh mana pikiran kita tentang pisau dapurSampai mana kita men-tafakuri-nyaApakah hanya seujung kuku atau sedalam dan sedangkal lautan....??
kita tanya pada diri kita sendiri....,...........................
Ayo kawan mari kita bangun negeri iniuntuk tujuan kita bersama...
Pisau bisa juga Haram dan Halaltergantung penggunaannyakita juga demikian....
apakah kita juga bisa haram dan halal....???
TENTU saja BISA.......
bagaimana......???
Kita Haram....jika kita melakukan Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme...
Jika kita menginginkan remaja bangsa hancurjika kita menginginkan negeri ini terjajahdan jika kita ingin menjadi negeri ini bobrok, rusak dan luluh lantahTapi,
Kita HalalJika kita membangun negeri ini menjadi negeri yang berkembangtanpa adanya KKN jika kita menginginkan negeri ini tak kan terjajah ke sekian kalinyadan kita juga menginginkan dan meyakini islam sebagai Agama-NyaMari kita bangun negeri ini menjadi negeri yang Maju....
Bangun negeri ini Bangun bangsa ini...Bangun remaja Indonesia....
Bangkitlah para Remaja Indonesia untuk membangunbangsa di tanah Air Tercinta ini....Bangkit....Bangkit...dan bangkitserta membangun Negeri ini untuk kepentingan bersamamembangun negeri ini untuk bersama..................
Pemuda Bisa ,,,,,Remaja Bisa.....Indonesia Bisa......Allahu Akbar.......
By : Dwiki Al-AkhyarPalembang Kota BA
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, April 08, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Slamat jalan Bunda
Begitu bahagia kurasa…
Ketika perpisahan itu datang…
Sakitnya bagai tertusuk belati…
Begitu menusuk relung jiwaku...
Duka melanda jiwa yang terselimuti lara…
Hembusan angin menyapu semua bahagiaku…
Membawa Bundaku pergi…
Jauh…
Dan menghilang pergi…
Mungkin takkan pernah kembali…
Bunda Qina…
Kesetiaanmu..
Senyummu…
Candamu…
Kan terlukis indah dalam hatiku..
Cara mendidikmu dan motivasi bund Qina masih terasa menghangatkan jiwaku..
Namun perpisahan ini..
Biarlah terjadi…
Kurelakan Bunda pergi…
Namun aku tak ingin kasih sayangmu untukku hilang…
Biarlah kasih sayangmu itu kusimpan…
Suatu saat pasti kan kudapatkan..
Sebuah cinta yang lain..
Walau bukan denganmu…
Bunda Qina,
Disaat kami tengah mencari
Makna Kearifan, sosok ketauladanan, serta
Segala Wujud kebaikan dan keikhlasan
Pada kebersahajaanmu kami menemukan,
Kebersahajaan yang apa adanya
Yang mengantarkan alam sadar kami akan suatu rasa….
hormat dan kasih dalam balutan keanggunan kasih sayang
Bunda Qina,
Memang, waktu bukanlah milik kita, tak seorangpun yang mampu menahan masanya
Keinginan kami tak seiring dengan batas kebersamaan kita yang mesti usai
Pertemuan dan Perpisahan kan datang silih berganti
menjadi kepingan hidup tak terlupakan
hingga mengendap menjadi sebuah kenangan
kenangan akan sebuah kebersamaan yang penuh keakraban
Kini Perpisahan menyapa
walau jiwa masih ingin terus bersama
namun apalah daya, jalan hiduplah yang memaksa
Bunda Qina,
Bibir kami terkatup rapat, lidah kelu tertahan
enggan berucap kata perpisahan
karena hanya mengundang kepiluan
dan mengumbar getir sedih semata
Tapi tiang keyakinan kami kokoh berdiri menopang asa
bahwa tali silaturahim akan tetap erat mengikat hati kita
Bunda,
Salah dan khilaf tiada lepas dari sebuah pergaulan
karena kita hanyalah seorang insan
tiada lagi yang kami harapkan
selain maafmu yang penuh ketulusan
Doa kami semoga Alloh membimbing Bunda melanjutkan perjalanan
dan selalu dalam limpahan rahmat serta keberkahan
Aamiin….
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, April 08, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Selasa, 05 April 2011
Akhwat..........???
Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”.
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:
Anakku …
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya
“ Lantas apa lagi Abi? ”, sahut putrinya
Ketahuilah putriku …
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur
Dan ingatlah …
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali bertanya, “Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?”
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarilah mereka!” Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rosulullah”
—————————————————————————————————
…………… subhanallah, jadi demikian itu ya yang dinamakan akhwat sejati. Hmmm…apa benar ada ya yang sesempurna itu. Ah gak usah dipikir, yang terpenting untuk sekarang kita sebagai ikhwan adalah berusaha untuk menjadi ikhwan yang sejati kayak di postinganku sebelumnya, agar kelak besok bisa dapet akhwat yang sejati, betul gak ???? :D
Mari berbagi:
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:
Anakku …
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya
“ Lantas apa lagi Abi? ”, sahut putrinya
Ketahuilah putriku …
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur
Dan ingatlah …
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali bertanya, “Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?”
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarilah mereka!” Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rosulullah”
—————————————————————————————————
…………… subhanallah, jadi demikian itu ya yang dinamakan akhwat sejati. Hmmm…apa benar ada ya yang sesempurna itu. Ah gak usah dipikir, yang terpenting untuk sekarang kita sebagai ikhwan adalah berusaha untuk menjadi ikhwan yang sejati kayak di postinganku sebelumnya, agar kelak besok bisa dapet akhwat yang sejati, betul gak ???? :D
Mari berbagi:
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Selasa, April 05, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Ikhwan..........???
Seorang remaja pria bertanya pada ibunya ; Ibu ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…
Sang ibu tersenyum dan menjawab… Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayang nya pada orang disekitarnya…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya, tetapi dari sikap persahabatan nya pada generasi muda bangsa…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari keras nya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmen nya terhadap akhwat yang dicintainya…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika liku kehidupan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Qur’an, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…
…setelah itu, ia kembali bertanya…
“…siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, ibu?…”
Sang ibu memberinya buku dan berkata… Pelajari tentang dia… Ia pun mengambil buku itu MUHAMMAD, judul buku yang tertulis di buku itu.
—————————————————————————————————–
Hmmm, setelah baca artikel ini, jadi sedikit tahu tentang bagaimana menjadi ikhwan yang baik. Mungkin masih sulit untuk diwujudkan, namun jika usaha pasti bisa. Man jadda wa jadda, barang siapa yang bersungguh sungguh pasti akan berhasil.
Sang ibu tersenyum dan menjawab… Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayang nya pada orang disekitarnya…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya, tetapi dari sikap persahabatan nya pada generasi muda bangsa…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari keras nya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmen nya terhadap akhwat yang dicintainya…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika liku kehidupan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Qur’an, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…
…setelah itu, ia kembali bertanya…
“…siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, ibu?…”
Sang ibu memberinya buku dan berkata… Pelajari tentang dia… Ia pun mengambil buku itu MUHAMMAD, judul buku yang tertulis di buku itu.
—————————————————————————————————–
Hmmm, setelah baca artikel ini, jadi sedikit tahu tentang bagaimana menjadi ikhwan yang baik. Mungkin masih sulit untuk diwujudkan, namun jika usaha pasti bisa. Man jadda wa jadda, barang siapa yang bersungguh sungguh pasti akan berhasil.
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Selasa, April 05, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Jumat, 18 Maret 2011
Mohon Doa Restu.....!!!
Buat sahabat-sahabat semua
Sebagai seorang makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa, tentunya saya memiliki banyak kesalahan dan kekhilapan yang banyak. Baik dari segi tulisan saya dalam postingan atau yang tertuang dalam komentar-komentar saya dalam postingan sahabat semua, terdapat banyak kata-kata dan kalimat yang menyinggung perasaan sahabat-sahabat semua.
Untuk itu izikan saya memohon maaf dan ampunan yang sebesar-besarnya.
Karena pada hari ini saya akan Menghadapi Ujian Nasional dan Pelaksanaan JAMNAS OKI, melaksanakan kewajiban seorang Pelajar dan pecinta aktivitas. Sebagai perwujudan Cinta Tanah Air.
Semoga saja, teman-teman dan sahabat semua dapat memberikan maaf dan ampunannya yang seluas-luasnya untuk saya khususnya. Dan melalu postingan ini sekaligus saya juga meminta doa dan restu dari teman dan sahabat-sahabat semua demi keselamatan dan kesehatan kami , agar dapat melaksanakan aktivitas dan ibadah dengan baik dan dapat melaksanakan semua kegiatan yang sudah menjadi ketentuan dan sudah digariskan dalam melaksanakan ibadah tsb.
Terimakasih sahabat
Sebagai seorang makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa, tentunya saya memiliki banyak kesalahan dan kekhilapan yang banyak. Baik dari segi tulisan saya dalam postingan atau yang tertuang dalam komentar-komentar saya dalam postingan sahabat semua, terdapat banyak kata-kata dan kalimat yang menyinggung perasaan sahabat-sahabat semua.
Untuk itu izikan saya memohon maaf dan ampunan yang sebesar-besarnya.
Karena pada hari ini saya akan Menghadapi Ujian Nasional dan Pelaksanaan JAMNAS OKI, melaksanakan kewajiban seorang Pelajar dan pecinta aktivitas. Sebagai perwujudan Cinta Tanah Air.
Semoga saja, teman-teman dan sahabat semua dapat memberikan maaf dan ampunannya yang seluas-luasnya untuk saya khususnya. Dan melalu postingan ini sekaligus saya juga meminta doa dan restu dari teman dan sahabat-sahabat semua demi keselamatan dan kesehatan kami , agar dapat melaksanakan aktivitas dan ibadah dengan baik dan dapat melaksanakan semua kegiatan yang sudah menjadi ketentuan dan sudah digariskan dalam melaksanakan ibadah tsb.
Terimakasih sahabat
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, Maret 18, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Sabtu, 29 Januari 2011
Menjaga indahnya Cinta
Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah
Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.
Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….
Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Sabtu, Januari 29, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Minggu, 16 Januari 2011
Sembah Sujudku
Sembahku pada Allah, Tuhan dari selainNYa yang maha Rahman dan Maha Rahim pada makhluknya, dari segala kebodohan diri yang menghinakan juga sesat (senang sesaat)
Atas namaMu ya Allah kujalani hidup tak ada satupun yang terjadi tanpa seijinmu. Engkau mengajarkan kata tanpa makna, mengajarkan bahasa tanpa kata, memberi hikmah tak terkata dan memberi daya sehingga aku tampak ada dan nyata.
Sungguh aku bukan apa apa bila dibandingkan denganMu, karena tak ada satupun yang sebanding denganMu. Sungguh tiada daya dan upaya pada diriku, selain dari daya dan upayamu yang engkau berikan padaku.
Ya Allah ya Rahman ya Rahim...
Terimalah sembah sujud syukurku padaMu sebagai tanda bukti baktiku kepadaMU....
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, Januari 16, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Ketika Jiwa Bersuara
Malam mengajarkan pengetahuan yang tak dimiliki siang, memberikan hakekat gelap untuk mendorong diri mencari terang, menundukkan kepala mendengarkan khotbah sang jiwa, berorasi tentang sebuah kebenaran dan semua tentang hitam putihnya dunia, menyingkap misteri pergolakan hati dan jiwa serta memberikan kebijaksanaan dlm menjalani skenario dari ketetapanNya, semoga.........
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, Januari 16, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Rabu, 05 Januari 2011
Wanita Suci,
Wanita Suci,
Sungguh, ku tak mampu menatapmu penuh
Karena itu hanya akan membuatku menginginkanmu
Inginkan tuk dapatkan dirimu
Sedangkan syariat-Nya membatasi semua itu
Wanita Suci,
Kau bukanlah wanita tercantik yang pernah kulihat
Jutaan wanita tercantik terhampar di muka ini
Tapi mereka semua takkan pernah bisa mengalahkanmu
Wanita Suci,
Cantikmu bukan sekedar pada fisik dan rupamu
Tapi cantikmu ada pada sikap dan akhlakmu
Juga pada keikhlasanmu menjalankan perintah-Nya
Keikhlasan tuk menutupi auratmu
Itulah pahala terbesar yang akan kau dapatkan
Selain pahala dari baktimu pada suamimu kelak
Wanita Suci,
Engkaulah ratu para bidadari dalam surga-Nya nanti
Cantikmu pun melebihi para bidadari itu
Semua itu karena semua kesalihanmu selama di dunia
Wanita Suci,
Memilikimu bagiku hanyalah sekedar mimpi
Mimpi yang mungkin takkan terrealisasi
Karena aku bukanlah seorang santri
Yang begitu syahdu melantunkan ayat suci
Bukan pula seorang sufi
Yang begitu pandai dan tenang membaca situasi
Dan juga begitu sabar dalam menahan nafsu duniawi
Aku pun bukan seorang Kyai Haji
Yang bisa menenangkan hati dengan siraman rohani
Tapi aku hanyalah seorang lelaki
Yang masih belajar memperbaiki diri
Dan berharapkan dapatkan "CINTA SUCI"
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Rabu, Januari 05, 2011
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Minggu, 26 Desember 2010
27 Desember 2010
By : Dwiki Al-Akhyar
Di hari yang penuh memori iniku bermuhasabah dirimembenahi diriya Rabb bimbinglah diri inilapangkanlah dalam dada diri inidengan karunia Imandan hiasilah dengan ma`rifatmusertamatikanlah diri ini dalam keadaan islamyg lurus dijalan-Muya Rabb bimbinglah diri ini yang penuh akan lika-liku duniadalam menjalani hidup iniya Rabb bimbinglah diri inidijalan yang penuh akan duridan selamatkanlah diri ini dari tipu dayauntuk memasuki surga abadiya Rabb bimbinglah diri ninisetiap detik setiap menittunjukilah cahaya terang-Mudan selalu dalam rahmat-Muridho yang tak dimilki oleh siapapun kecuali ridho Ummibimbinglah Ummi ya Rabb...sebagaimana beliau menyayangihambaya Rabb.....Dihari yang penuh memori inilindungilah hamba dari api nerakahalalkanlah diri ini untuk mencium dan memasuki surga-Muyang harum nan abadiYa Rabb.....dihari yang penuh memori inihamba sangat bersyukurmasih Engkau beri kesempatanuntuk memilikinyaYa Rabb......dihari yang penuh memori inidimana dosa setiap hari selalu menghampiri diri inikini rahmatilah sisa umur hamba ini....dan ampunilah hamba -Mu inidosa kedua ortu hambaterutama Ummiya Rabb ya Tuhankulindungilah beliauizinkanlah hamba slalu bersamanyahingga disurga-Muya Rabbdihari yang penuh memori inijadikanlah hamba menjadiorang yang patuh terhadapperintah-Mu n perintah Ummijemputlah hamba dalamkeadaan islam n jihad dijalan-Musemua yg ada didalam duniapasti akan kembali kepada-Mukini kuserahkan diri ini kepada-Mu ya Rabb
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, Desember 26, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Doaku di usiaku ke 19
By : Dwiki Al-Akhyar
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah panjangkanlah umur kami, sehatkanlah tubuh kami, terangilah hati-hati kami, tetapkanlah iman kami, perbaikilah amal-amal kami dan luaskanlah rizki kami. Dekatkanlah kami kepada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejelekan. Penuhilah hajat kami, dunia dan akhirat, akhirilah hidup kami dengan iman, Islam dan ikhsan. Tutuplah akhir hidup kami dengan baik dan janganlah engkau mengakhiri hidup kami dengan jelek.
Ya Allah, jadikanlah akhir perkataan kami ucapan “LA ILAAHA ILLALLAH” dengan rahmat-mu wahai sebaik-baik Penyayang. Rahmat dan kesejahteraan semoga tercurah atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga dan sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Aamiin!
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, Desember 26, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Selasa, 21 Desember 2010
Tidak ada sekolah khusus untuk menjadi ibu, seperti sekolah menjadi dokter,perawat, guru dan atau berbagai profesi lainnya. Memang ada berbagai seminar dan buku-buku tentang menjadi ibu yang baik, atau tentang bagaimana mendidik anak dan berbagai tema yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab seorang ibu. Namun tetap saja itu bukanlah sebuah sekolah dan tidak pernah cukup untuk mempersiapkan dan melengkapi seorang wanita untuk menjadi ibu. Menjadi ibu adalah sebuah kehormatan, sebuah pelayanan yang tidak tampak di muka umum namun memiliki tanggung jawab yang tidak mudah untuk dilakukan. Menuntut pengorbanan dan kerelaan hati. Menyita 24 jam jatah hidup kita, dalam 7 hari seminggu, 52 minggu setahun. dan berbeda dengan yang mungkin dialami oleh para pekerja kantor dengan fasilitas cuti, menjadi seorang ibu tidak ada istilah cuti walau bagaimanapun kita lelah dan penat.
Menjadi ibu berarti selalu siap mengulurkan tangan menjawab kebutuhan anak, tidak peduli rasa letih menguasai tubuh. Memberikan pelukan hangat di saat anak merasakan kesepian. Menghibur anak kala mereka bersedih, mendorong penuh semangat ketika mereka gagal, dan selalu memberikan yang terbaik untuk mereka dalam keadaan atau situasi seperti apapun. Seperti kisah bunda hajar yang menunjukkan ketegaran, kekuatan iman, dan ketawakalan jiwa yang luar biasa. Beliau kala itu hanya bersama anak semata wayangnya Ismail di suatu padang tandus yang bahkan tidak ada rumput tumbuh. Dan mendapati perbekalannya hampir habis, Hajar berlari menuju Bukit Shafa, berharap bertemu dengan suatu kafilah yang lewat untuk dimintai pertolongan. Tak ditemuinya seorangpun, beliau turun untuk menuju Bukit Marwah. Begitulah, beliau dengan khawatir, mondar-mandir hingga tujuh kali karena Ismail terus menerus menangis kehausan. Semua hal tersebut dilakukan bunda Hajar demi membahagiakan anaknya dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Dan Allah adalah yang Maha Menepati Janji. Di tengah kekalutan, muncullah mata air yang letaknya dekat dengan Ismail. Hajar bergegas menuju mata air tersebut dengan penuh rasa syukur.
Sebagai ibu dan manusia biasa, terkadang kita mengeluh dan mengasihani diri hingga terpuruk dalam kondisi kita yang mungkin sangat sulit saat ini. Namun cukuplah kisah bunda Hajar menjadi cermin bagi diri agar kita untuk banyak belajar menjadi wanita tegar, setegar beliau dalam mengikhlaskan diri, menerima dan melaksanakan tugas beliau sebagai ibu dan seorang istri. Setiap menit adalah sarana kita bersekolah menjadi ibu. Dan Setiap hari akan selalu ada pelajaran baru. Tidak akan pernah habis sampai akhir hayat kita, semua Tergantung kepada kita apakah kita mau belajar atau tidak, untuk menjadi ibu ibu teladan bagi anak- anak kita, dan karena menjadi ibu adalah tugas yang sangat mulia.(rps)
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Selasa, Desember 21, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Langganan:
Komentar (Atom)





