Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 November 2010

Istilah Seni Teater Peran / Teater

Adegan : Bagian dari babak yang menggambarkan satu suasana dari beberapa suasana dalam babak
Additive Mixing : Pencampuran warna pada objek yang disinari dari dua atau lebih lampu yang berbeda
Akting : Tingkah laku yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkan
Aktor : orang yang melakukan akting
Amphiteater : Panggung pertunjukan jaman Yunani Kuno
Amplifikasi : Penguatan energi listrik setelah melalui rangkaian elektronik
Apron : Daerah yang terletak di depan layar atau persis di depan bingkai proscenium
Arena : Salah satu bentuk panggung yang tidak dibatasi oleh konvensi empat dinding imajiner
Artikulasi : Hubungan antara apa yang dikatakan dan bagaimana mengatakanya, dan dipengaruhi oleh penguasaan organ produksi suara
Aside : Dialog menyamping, atau suara hati dan pikiran tokoh
Atmosfir : Isitlah teater untuk menyebutkan suasana atau kondisi lingkungan
Audibility : Segala sesuatu yang berkaitan dengan pendengaran
Auditorium : Ruang tempat duduk penonton dalam panggung proscenium
Backdrop : Layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau diturun-naikkan dan membentuk latar belakang panggung
Bahasa tubuh : Bahasa yang ditimbulkan oleh isyarat-isyarat dan ekspresi tubuh
Bar : Pipa bisa yang digunakan sebagai baris untuk pemasangan lampu
Barndoor : Sirip empat sisi yang diletakkan pada lampu dan digunakan untuk mebatasi lebar sinar cahaya
Batten : (1) Lampu flood yang dirangkai dalam satu kompartemen (wadah). (2) Perlengkapan panggung yang dapat digunakan untuk mengaitkan sesuatu dan dapat dipindahpindahkan
Beats : Satu kesatuan arti terkecil dari dialog
Belly to Belly : Dua lensa yang dipasang berhadapan dalam sebuah lampu dan jaraknya bisa diatur
Bifocal : Lampu Bifocal adalah lampu profile standar yang ditambahi dengan shutter tambahan
Blocking : Gerak dan perpindahan pemain dari satu area ke area lain di panggung
Boom : Baris lampu yang dipasang secara vertikal
Border : Pembatas yang terbuat dari kain. Dapat dinaikkan dan diturunkan. Fungsinya untuk memberikan batasan area permainan yang digunakan
Bracket : Pengait untuk memasang lampu pada boom. Disebut pula sebagai boom arm
Catwalk : Permukaan, papan atau jembatan yang dibuat di atas panggung yang dapat menghubungkan sisi satu ke sisi lain
Clamp : Klem atau pengait untuk memasang lampu pada bar, disebut juga sebagai C-clamp atau Hook Clamp
Control Balance : Pengaturan tingkat kekerasan suatu sumber suara terhadap sumber suara yang lain
Control Desk : Disebut juga Remote Control, alat untuk mengatur tinggi
rendahnya intensitas cahaya dari jarak jauh
Cyc Light : Lampu flood yang dikhususkan untuk menerangi layar belakang (siklorama)
Denotasi : Arti yang sebenarnya sesuai dengan arti yang terdapat dalam kamus
Dialog : Percakapan para pemain.
Diafragma : Sekat yang memisahkan antara rongga dada dan rongga perut
Diffuse : Jenis refleksi cahaya yang memiliki pantulan merata serta panjang sinarnya sama
Diftong : Kombinasi dua huruf vokal dan diucapkan bersamaan
Diksi : Latihan mengeja kata dengan suara keras dan jelas
Dimmer ; Alat pengatur tinggi rendahnya intensitas cahaya
Distorsi : Hasil rekaman suara melebihi standar batas maksimal yang ditentukan
Donut : Pelat metal yang digunakan untuk meningkatkan ketajaman lingkar sinar cahaya yang dihasilkan oleh lampu spot
Drama : Salah satu jenis lakon serius dan berisi kisah kehidupan manusia yang memiliki konflik yang rumit dan penuh daya emosi tetapi tidak mengagungkan sifat tragedi
Dramatic Irony : Aksi seorang tokoh yang berkata atau bertindak sesuatu, dimana tanpa disadari akan menimpa dirinya sendiri
Ekstensi : Menambah besarnya sudut antara dua bagian badan
Eksposisi : Penggambaran awal dari sebuah lakon, berisi tentang perkenalan karakter, dan masalah yang akan digulirkan
Elastisitas : Tingkat kekenyalan suatu objek sehingga dengan mudah bisa diterapkan atau digunakan
Ellipsoidal : Jenis reflektor yang memiliki bentuk elips
Emosi : Proses fisik dan psikis yang kompleks yang bisa muncul secara tiba-tiba dan spontan atau diluar kesadaran
Ephemeral : Sifat pertunjukan yang bermula pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama
ERS : Elliposoidal Reflector Spotlight. Lampu spot yang menggunakan reflektor berbentuk elips disebut juga lampu profile atau leko
ERS Axial : Lampu ERS yang bohlamnya dipasang secara horisontal
ERS Radial : Lampu ERS yang bohlamnya dipasang miring 45 derajat
Farce : Seni pertunjukan yang menyerupai dagelan tetapi bukan dagelan yang seperti di Indonesia
Filter : Palstik atau mika berwarna untuk mengubah warna lampu
Flashback : Kilas balik peristiwa lampau yang dikisahkan kembali pada saat ini
Flat Karakter : Karakter tokoh yang ditulis oleh penulis lakon secara datar dan biasanya bersifat hitam putih
Fleksi (flexion) : Membengkokkan suatu sendi untuk mengurangi sudut antara dua bagian badan
Fleksibelitas : Daya lentur suatu objek / tingkat kelenturan suatu objek
Flies : Disebut juga penutup. Bagian atas rumah panggung yang dapat digunakan untuk menggantung set dekor serta menangani peralatan tata cahaya
Floodligth : Jenis lampu yang sinar cahayanya menyebar serta tidak bisa diatur fokusnya
Focal Point : Titik temu (pusat) pendar cahaya
FOH : Front Of House. Bagian depan baris kursi penonton dimana di atasnya terdapat pipa baris lampu
Fokus : (1) Istilah dalam penyutradaraan untuk menonjolkan adegan atau permainan aktor. (2) Istilah tata cahaya untuk area yang disinari cahaya dengan tepat dan jelas Follow Spot ; Jenis lampu spot yang dapat dikendalikan secara manual untuk mengikuti arah gerak pemain
Fore Shadowing : Bayang-bayang yang mendahului sebuah peristiwa yang sesungguhnya itu terjadi
Foyer : Ruang tunggu penonton sebelum pertunjukan dimulai atau saat istirahat Frequency
Respon : Kemampuan dalam menangkap frekuensi pada batas maksimum dan minimum
Fresnel : (1) Lensa yang mukanya bergerigi. (2) Jenis lampu yang menggunakan lensa bergerigi
Gesture : sikap tubuh yang memiliki makna, bisa juga diartikan dengan gerak tubuh sebagai isyarat
Gestus : Aksi atau ucapan tokoh utama yang beritikad tentang sesuatu persoalan yang menimbulkan pertentangan atau konflik antar tokoh
Gimmick : Adegan awal dari sebuah lakon yang berfungsi sebagai pemikat minat penonton untuk menyaksikan kelanjutan dari lakon tersebut
Globe : Panggung yang tempat duduk penontonnya berkeliling, digunakan dalam pementasan teater jaman Elizabeth di Inggris
Gobo : Pelat metal yang dicetak membentuk pola atau motif tertentu dan digunakan untuk membuat lukisan sinar cahaya
Groundrow : Lampu flood yang diletakkan di bawah untuk menerangi aktor atau siklorama dari bawah
Imajinasi : Proses pembentukan gambaran-gambaran baru dalam pikiran, dimana gambaran tersebut tidak pernah dialami sebelumnya atau mungkin hanya sedikit yang dialaminya
Improvisasi : Gerakkan dan ucapan yang tidak terencana untuk menghidupkan permainan.
Intonasi : Nada suara (dalam bahasa jawa disebut langgam), irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata, sehingga tidak datar atau tidak monoton.
Insersio : Kearah mana otot itu berjalan atau arah jalannya otot yang bergerak.
Irama : Gelombang naik turun, longgar kencangnya gerakkan atau suara yang berjalan dengan teratur
Iris : Piranti untuk memperbesar atau memperkecil diameter lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan oleh lampu
Jeda : Pemenggalan kalimat dengan maksud untuk memberi tekanan pada kata.
Karakter : Gambaran tokoh peran yang diciptakan oleh penulis lakon melalui keseluruhan ciri-ciri jiwa dan raga seorang peran
Karakter Teatrikal: Karakter tokoh yang tidak wajar, unik, dan lebih bersifat simbolis.
Kolokasi : Asosiasi kata dengan bahasa yang tidak formal, bahasa percakapan sehari-hari pada suatu tempat dan masa tertentu.
Komedi : salah satu jenis lakon yang mengungkapkan cacat dan kelemahan sifat manusia dengan cara yang lucu, sehingga para penonton bisa lebih menghayati kenyataan hidupnya
Komedi Stamboel : Pertunjukan teater yang mendapat pengaruh dari Turki dan sangat populer di Indonesia pada jaman sebelum kemerdekaan
Komunikan : Penerima komunikasi
Komunikator : Penyampai komunikasi
Konflik : Ketegangan yang muncul dalam lakon akibat adanya karakter yang bertentangan, baik dengan dirinya sendiri maupun yang ada di luar dirinya.
Konotasi : Arti kata yang bukan sebenarnya dan lebih dipengaruhi oleh konteks kata tersebut dalam kalimat.
Konsentrasi : Kesanggupan atau kemampuan yang diperlukan untuk mengerahkan pikiran dan kekuatan batin yang ditujukan ke suatu sasaran tertentu sehingga dapat menguasai diri dengan baik.
Lakon : Penuangan ide cerita penulis menjadi alur cerita yang berisi peristiwa yang saling mengait dan tokoh atau peran yang terlibat, disebut juga naskah cerita
Lakon Satir : Salah satu jenis lakon yang mengemas kebodohan, perlakuan kejam, kelemahan seseorang untuk mengecam, mengejek bahkan menertawakan suatu keadaan dengan maksud membawa sebuah perbaikan
Latar Peristiwa : Peristiwa yang melatari adegan itu terjadi dan bisa juga yang melatari lakon itu terjadi
Latar Tempat : Tempat yang menjadi latar peristiwa lakon itu terjadi.
Latar Waktu : Waktu yang menjadi latar belakang peristiwa, adegan, dan babak itu terjadi
Level : (1) Istilah pemeranan dan penyutradraan untuk mengatur tinggi rendah pemain. (2) Isitilah tata suara untuk tingkat ukuran besar kecilnya suara yang terdengar
Lever : Bilah yang dapat dinaikkan dan diturunkan yang terdapat pada control desk
Ligamen : Jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang atau pembungkus sendi.
Melodrama : Salah satu jenis lakon yang isinya mengupas suka duka kehidupan dengan cara yang menimbulkan rasa haru kepada penonton
Membran : Selaput atau lapisan tipis yang sangat peka terhadap getaran
Metacarpal : Disebut juga dengan metatarsus atau ossa metatarsalia
yaitu tulang pertama dari jari
Mime : Pertunjukan teater yang menitikberatkan pada seni ekspresi wajah pemain
Mimetic/mimesis : Peniruan atau meniru sesuatu yang ada
Mimik : Ekspresi gerak wajah untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain
Mixed : Jenis refleksi cahaya yang hasilnya bercampur antara relfeksi diffuse dan specular
Monolog : Cakapan panjang seorang aktor yang diucapkan di hadapan aktor lain
Noise : Gangguan suara yang tidak diinginkan dalam memproses suara atau rekaman
Observasi : Kegiatan mengamati yang bertujuan menangkap atau merekam hal apa saja yang terjadi dalam kehidupan
Orchestra Pit : Tempat para musisi orkestra bermain
Origio : Tempat otot timbul atau tempat asal otot yang terkuat
Pageant : Panggung kereta abad Pertengahan yang digunakan untuk mementaskan teater secara berkeliling
Panoramic : Kesan suara yang terdengar pada telinga kiri atau telinga kanan
Pantomimik : Ekspresi gerak tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain
PAR : Parabolic Aluminized Reflector. Lampu yang menggunkan reflektor parabola terangkai dalam satu unit dengan lensanya
Parafrase : Latihan untuk menyatakan kembali arti dialog dengan menggunakan kata-kata kita sendiri, dengan tujuan untuk membuat jelas dialog tersebut
PC : (1) Planno Convex, jenis lensa yang permukaannya halus. (2) Jenis lampu yang menggunakan lensa tunggal baik lensa Planno Convex atau Pebble Convex
Pebble Convex : Jenis lensa yang mukanya halus tapi bagian belakangnya bergerigi
Pemanasan : Serial dari latihan gerakan tubuh dimaksudkan untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan cara progresif (bertahap).
Pemeran : Seorang seniman yang menciptakan peran yang digariskan oleh penulis naskah, sutradara, dan dirinya sendiri.
Penonton : Orang yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan teater
Pernafasan : Peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida
Pita magnetic : Pita plastic yang dilapisi oleh serbuk magnet yang digunakan untuk menyimpan getaran listrik
Planno Convex : Jenis lensa (lih. PC)
Plot : Biasa disebut dengan alur adalah kontruksi atau bagan atau skema atau pola dari peristiwa-peristiwa dalam lakon, puisi atau prosa dan selanjutnya bentuk peristiwa dan perwatakan itu menyebabkan pembaca atau penonton tegang dan ingin tahu
Polarity : Kemampuan maksimum dalam menangkap sumber suara
Practical : Lampu sehari-hari atau lampu rumahan yang digunakan di atas panggung
Preset : Pengaturan intensitas cahaya pada control desk disaat lampu dalam keadaan mati (tidak dinyalakan)
Profile : Jenis lampu spot yang dapat ukuran dan bentuk sinarnya dapat disesuaikan
Properti : Benda atau pakaian yang digunakan untuk mendukung dan menguatkan akting pemeran.
Protagonis : Peran utama yang merupakan pusat atau sentral dari cerita
Proscenium : Bentuk panggung berbingkai
Proscenium Arc : Lengkung atau bingkai proscenium
Resonansi : Bergema atau bergaung
Rias Fantasi : Tata rias yang diterapkan untuk menggambarkan sifat atau karakter yang imajinatif
Rias Karakter : Tata rias yang diterapkan untuk menegaskan gambaran karakter tokoh peran
Rias Korektif : Tata rias yang diterapkan untuk memperbaiki kekurangan sehingga pemain nampak cantik
Ritme : Tempo atau cepat lambatnya dialog akibat variasi penekanan kata-kata yang penting.
Round Karakter : Karakter tokoh dalam lakon yang mengalami perubahan dan perkembangan baik secara kepribadian maupun status sosialnya
Scoop ; Jenis lampu flood yang menggunakan reflektor ellipsoidal
Sendi : Hubugan yang terbentuk antara dua tulang.
Sendratari : Pertunjukan drama yang di tarikan atau gabungan seni drama dan seni tari
Side Wing : Bagian kanan dan kiri panggung yang tersem bunyi dari penonton, biasanya digunakan para aktor menunggu giliran sesaat sebelum tampil
Skeneri : Dekorasi yang mendukung dan menguatkan suasana permainan
Skenario : Susunan lakon yang diperagakan oleh pemeran
Soliloki : Cakapan panjang aktor yang diucapkan seorang diri dan kepada diri sendiri
Specular ; Jenis refleksi yang memantulkan cahaya seperti aslinya (efek cermin)
Snoot : Disebut juga Top Hat, piranti yang digunakan untuk mengurangi tumpahan cahaya
Spherical : Jenis reflektor yang memiliki bentuk setengah lingkaran
Spread : Jensi refleksi cahaya yang mengenai objek dengan intensitas lebih tinggi garis cahayanya akan memendar dan direfleksikan lebih panjang dari yang lain
Stand : Pipa untuk memasang lampu yang dapat berdiri sendiri
Struktur Dramatik : Rangkaian alur cerita yang saling bersinambung dari awal cerita sampai akhir.
Suara Nasal : Suara yang dihasilkan oleh rongga hidung karena udara beresonansi.
Suara Oral : Suara yang dihasilkan oleh mulut Subtractive Mixing: Pencampuran warna cahaya yang dihasilkan dari dua filter berbeda
Surprise : Peristiwa yang terjadi diluar dugaan penonton sebelumnya dan memancing perasaan dan pikiran penonton agar menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak pasti.
Sutradara : Orang yang mengatur dan memimpin dalam sebuah permainan.
Teknik Muncul : Suatu teknik seorang pemeran dalam memainkan peran untuk pertama kali memasuki sebuah pentas lakon.
Teknik Timing : Teknik ketepatan waktu antara aksi tubuh dan aksi ucapan atau ketepatan antara gerak tubuh dengan dialog yang diucapkan.
Tema : Ide dasar, gagasan atau pesan yang ada dalam naskah lakon dan ini menentukan arah jalannya cerita.
Tempo : Cepat lambatnya suatu ucapan yang kita lakukan
Thrust : Bentuk panggung yang sepertiga bagiannya menjorok ke depan
Timbre : Warna suara yang memberi kesan pada kata-kata yang kita ucapkan
Tirai Besi : Satu tirai khsusus yang dibuat dari logam untuk memisahkan bagian panggung dan kursi penonton. Digunakan bila terjadi kebakaran di atas panggung, tirai ini diturunkan sehingga api tidak menjalar keluar dan penonton bisa segera dievakuasi.
Tragedi : Salah satu jenis lakon yang meniru sebuah aksi yang sempurna dari seorang tokoh besar dengan menggunakan bahasa yang menyenangkan supaya para penonton merasa belas kasihan dan ngeri sehingga penonton mengalami pencucian jiwa atau mencapai katarsis
Trapezium : Tulang yang ada pada antara pergelangan tangan dan ibu jari tangan
Trap Jungkit : Area permainan atau panggung yang biasanya bisa dibuka dan ditutup untuk keluar-masuk pemain dari bawah panggung.
Wicara : Cara kita berbicara dan cara mengucapkan sebuah dialog dalam naskah lakon
Under : (tata suara) Hasil rekaman suara yang sangat lemah

Istilah Kesenian

A. Aerofon : alat musik yang mempergunakan udara sebagai sarana untuk menghasilkan bunyi (seperti seruling, terompet dan sebagainya)
Agroikos : pelaku yang berperan sebagai pemain yang menjadi bulan-bulanan/bahan tertawaan
Akapela : paduan suara tanpa iringan alat musik (di Gereja)
Akrobat : orang yang mahir dalam pertunjukan ketangkasan an keseimbangan badan (seperti berjalan di atas tali, naik sepeda beroda satu dsb)
Akting : seni/profesi berperan di atas pentas, di radio, di televisi dsb
Aktor : pria pemain sandiwara, film dsb
Aktris : wanita pemain sandiwara, film dsb
Akulturasi : proses pencampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling memperbaruhi
Alazon : pelaku yang berperan sebagai pembohong, pembual dsb
Amen, mengamen : berkeliling untuk mencari uang dengan menyanyi dan main musik
Angklung : alat musik tradisional yang dibuat dari tabung bambu
Antik : kuno tetapi bernilai tinggi (tentang karya seni)
Arabahu : nama alat musik gesek berdawai satu di Maluku
Arabesik : nama gambar atau ukiran yang berbentuk cabang, daun, atau pohon
Aria : nyanyian tunggal yang diiringi musik seperti opera dan oratoria
Artistik : bernilai seni, berbakat dalam hal seni
Aubade : nyanyian/musik untuk pendengaran
B. Babak : bagian drama atau lakon yang terdiri dari beberapa adegan
Badut : pelawak
Balalaika : alat musik bangsa Rusia yang berbentuk biola segitiga dengan menggunakan dawai
Balerina : penari balet wanita
Balet : tari-tarian yang menceritakan suatu kisah (drama) yang ditarikan oleh seorang raja atau bersama-sama (laki-laki dan perempuan)
Banyo : alat musik yang bentuknya seperti gitar kecil
Barongsai : barongan Cina (biasanya di pertunjukan pada tahun baru Imlek)
Beduk : gendang besar yang ditempatkan di masjid
Beksan : tari-tarian Jawa
Berenbau : alat bunyi-bunyian yang ditiup
Biduan : penyanyi
Biola : alat musik gesek yang menyerupai rebab, yang bertali (bersenar) empat
Bodor : badut, pelawak
Bolero : irama musik pengiring tarian bolero
Bonang : perangkat gamelan yang berbentuk seperti gong kecil
Bongo : alat musik yang berupa gendang yang dipukul-pukul dengan tangan
Bugi-bugi : jenis tari-tarian dari barat yang banyak
C. Cakalele : nama tarian perang
Canang : gong kecil
Candi : bangunan kuno yang dibuat dari batu (digunakan sebagai tempat pemujaan)
Celuring : nama dari salah satu perangkat gamelan yang berupa bilah-bilah
Cokek : kesenian tradisional Betawi yang diiringi gambang kromong dengan tarian geraknya
D. Dalang : orang yang mempermainkan wayang
Dandanggula: bentuk puisi Jawa termasuk jenis tembang
Dandi : gendang kecil, kecapi (alat musik)
Dangdut : orkes Melayu
Dansa : tarian ala barat
Dap : genderang, tambur
Deklamasi: membaca sajak yang disertai gerak dan mimik yang baik
Didong : pertunjukan komedi wayang boneka, pertunjukan tari, dan musik
Drama : gerak perbuatan yang menggambarkan kehidupan dan watak seseorang melalui tingkah laku/dialog yang diperankan
Dramatikus: ahli seni drama, pengarang naskah drama
Dramaturgi: ilmu tentang seni drama
Drum : genderang, tambur
Drumben : seperangkat musik genderang yang dimainkan oleh serombongan pemain sambil berbaris
Duet : nyanyian yang dinyanyikan oleh 2 orang
E. Epos : syair kepahlawanan
Erotika : karya sastra yang temanya berkaitan dengan kebirahian
Etnomusikologi: ilmu tentang perbandingan musik
Eufoni : rangkaian bunyi harmonis dan enak didengar
F. Figuran : pemain film atau sandiwara yang berperan tidak berarti
Futurisme : aliran dalam seni, musik, atau sastra
G. Gabor : nama tarian Bali
Gambang : nama alat musik tradisional yang menggunakan bilah-bilah kayu, yang dimainkan dengan dua alat pemukul
Gambus : alat musik mirip kecapi
Gambyong: nama salah satu tari Jawa yang mengungkapkan keluwesan wanita
Gamelan : seperangkat alat musik Jawa (Sunda, Bali) yang terdiri atas bonang, gambang, gendang, rebab, dan saron
Gelegah : gong besar
Gender : nama gamelan Jawa
Genderang: tambur
Genggong : alat musik yang menyerupai harmonica
Gendrang : kencreng, rebana kecil
Gita : lagu, nyanyian
Gitar : alat musik petik
H. Harmonika: alat musik yang bentuknya seperti busur yang dirintangi dawai-dawai
Hula-hula : tarian penduduk asli di kepulauan Hawaii
I. Ibing : menari bersama-sama dengan penari bayaran (tandak)
Ikebana : seni merangkai bunga cara Jepang
Ikon : lukisan yang terdapat di dalam gereja
Ikonografi: ilmu tentang seni dan teknik membuat arca
Ilustrasi : penghiasan dengan gambar-gambar (lukisan, diagram, grafik)
Ilustrator : orang yang melukis gambar-gambar di buku, majalah dsb
Impresionisme: aliran dalam seni yang mengutamakan hal-hal yang mengesankan
Improvisasi : penciptaan atau pertunjukan (misalnya pementasan musik) tanpa persiapan lebih dulu
Inspirasi : pengaruh yang membangkitkan kegiatan kreatif (dalam kesastraan, musik, seni lukis)
Instrumen: alat musik
Instrumental: musik dengan alat-alat musik tanpa nyanyian
Instrumentalis: pemain musik
Instrumentasi: pengetahuan tentang pengetahuan khas dari berbagai alat musik; penyusunan (aransemen, komposisi) sebuah permainan musik
Intonasi : lagu kalimat
Irama : ritme; turun naiknya lagu secara teratur
J. Jampen : kesenian tradisional dari daerah Aceh
Jatilan : kesenian khas Jawa Tengah yang berupa tarian dan penarinya menaiki kuda lumping yang diiringi gamelan
Judo : seni beladiri ala Jepang
Judoka : pemain judo
K. Kaba : prosa berirama yang dapat di dendangkan (dalam sastra Minangkabau)
Kabaret : pertunjukan hiburan berupa nyanyian dan tarian
Kabuki : drama tradisional Jepang
Kaligrafer : orang yang ahli menulis indah
Kligrafi : seni menulis indah
Kalipso : bentuk musik dari India Barat
Karate : seni bela diri yang mengandalkan kecepatan gerak dan kekuatan anggota badan
Karawitan : seni gamelan dan seni suara yang betangga nada pelog dan slendro
Kecak : nama salah satu tarian di Bali
Kecapi : alat musik tradisional yang menggunakan dawai tiga, lima, atau enam
Kakawin : kidung; syair jawa kuno
Kelenengan: pertunjukan musik gamelan
Kelong : pantun Bugis
Kempul : nama alat musik gamelan yang bentuknya seperti canang besar
Kenong : nama alat musik gamelan yang bentuknya seperti canang besar
Keroncong : alat musik gitar kecil berdawai empat atau lima; nama jenis musik langgam
Ketoprak : sandiwara tradisional jawa yang dimainkan dengan diiringi gamelan
Kidung : lagu (syair yang dinyanyikan ); puisi; sanjak
Clarinet : alat musik tiup yang dibuat dari kayu atau logam yang diberi lubang-lubang
Klasik : kasusteraan atau kesenian kuno yang bernilai kekal
Klavikor : alat musik kuno semacam piano
Komedi : sandiwara gembira
Komidi : acrobat; pertunjukan sebagai sandiwara atau berbagai gerak badan
Komponis : pengubah lagu (musik)
Komposisi: susunan; gubahan, baik instrumental maupun vokal
Konser : pertunjukan musik
Konservatori : sekolah musik
Kontrabas : biola besar yang berdawai empat atau lima
Koreograf : orang yang ahli menciptakan dan mengubah gerak tari
Koreografi: seni mencipta dan mengubah tari (balet); seni tari (balet)
Kuartet : komposisi musik atas empat instrumen atau empat suara
Kulintang : alat musik tradisional dari Sulawesi utara, yang dibuat dari bilah-bilah kayu
Kungfu : seni bela diri tanpa senjata dengan mengandalkan sepakan atau pukulan yang melemahkan lawan
L. lagu : ragam bersuara yang berirama
Langendria: drama dari istana jawa, biasanya mengisahkan Damarwulan
Langenswara: paduan suara lagu-lagu jawa
Largisima : tanda tempo lebih lambat dari largo ketika sebuah lagu akan dinyanyikan
Legong : nama tari dari Bali yang diiringi gamelan
Lenong : pertunjukan sandiwara yang diiringi gamelan kramong
Lenso : nama tarian dari daerah Maluku dengan menggunakan sapu tangan
Lokananta: gamelan dari kayangan
Mahabharata: cerita dalam sastra India yang mengisahkan perang besar antara keturunan bharata
M. Mambo : nama musik dan tarian yang berasal dari kuba
Mandolin : nama alat musik petik sejenis gitar yang bersinar empat sampai enam pasang
Marhaban : lagu puji-pujian yang dinyanyikan pada perayaan mauled nabi Muhammad SAW, dengan diiringi rebana
Mars : irama musik tempo setengah (seperempat) untuk mengiringi tentara berbaris
Marwai : alat musik sejenis kenderang
Masnawi : jenis puisi (asal Parsi) yang berirama dua, dan berisi pujaan
Meko : alat musik dari pulau roti yang bentuknya seperti gang kecil
Menvet : lagu atau tarian rakyat Prancis di abad 17
Metrik : ilmu tentang irama (ritme) dalam puisi
Moniase : karya sastra, musik, atau seni yang terjadi dari bermacam-macam unsur
Musik : suara yang disusun sehingga mengandung irama, lagu, keharmonisan
Musical : yang berkenaan dengan musik
Musikologi: ilmu tentang musik, sejarah, dan perkembangannya
Musikus : pencipta (pemain) musik
N. Nada : bunyi yang teratur tinggi rendahnya (dalam musik)
Nalam : gubahan sajak (syair atau karangan)
Naturalisme: corak dalam kesenian yang mendasarkan pada keadaan alam dan tanpa memperdulikan yang lain
Nayaga : pemukul gamelan
Nobat : gendering besar
O. Obo : alat musik dari kayu yang mengeluarkan bunyi nyaring kalu ditiup
Opera : drama (sandiwara) dengan diiringi nyanyian dan musik
Operet : pementasan drama sambil bernyanyi
Orbel : alat musik tiup atau hembus
Orkes : sekelompok pemain musik yang bermain dengan seperangkat alat musiknya
P. Panembrana: nyanyian penghormatan untuk menyambut kedatangan tamu agung
Panjak : pemain gamelan
Pelog : laras gamelan
Pendet : jenis tarian (Bali) untuk upacara menyambut tamu agung
Pesinden : penyanyi wanita pada seni gamelan
Petilan : sebagian dari cerita lakon ( pertunjukan wayang orang)
Piano : alat musik berkaki empat yang dibunyikan dengan menekan tut-tutnya
Pikolo : seruling kecil yang bernada satu aktif lebih tinggi daripada seruling biasa
Pompang : alat musik tiup yang mengeluarkan satu nada saja
R. Randai : tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan cara berkeliling membentuk lingkaran
Rebab : alat musik gesek yang menyerupai biola
Rebana : sebangsa gendang yang dibuat dari tabung kayu yang berkulit sebelah
Redap : gendang kecil
Reog : kesenian tradisional masyarakat Ponorogo
Rodat : nyanyian (Arab) yang diiringi rebana
Ronggeng : penari perempuan dalam kesenian tradisional
Rumba : tarian pergaulan yang berasal dari kuba yang diiringi musik
S. Saksofon : alat musik tiup
Salung : seruling pendek
Samba : irama musik (untuk mengiringi tari-tarian di Brazil)
Sandiwara : drama, teater
Saron : alat musik gamelan yang berbentuk bilah-bilah logam
Sasando : alat musik yang menggunakan tabung bambau dengan rentangan beberapa dawai
Seblang : salah satu jenis tari dari Banyuwangi
Selo : alat musik seperti biola tetapi ukurannya lebih besar
Selompret : terompet
Selukat : alat gamelan yang menyerupai saron (kecil)
Senandung: nyanyian dengan suara lembut
Sendratari :seni drama tari, drama yang disajikan dengan tarian dan tanpa dialog
Seniman : ahli seni
Serampang: nama tarian dan lagunya dari Sumatera utara
Serancak : seperangkat daerah
Serdam : seruling bulu yang tiupannya seperti clarinet
Serimpi : jenis tarian jawa yang dibawakan oleh empat orang wanita
Seruling : alat musik tiup yang dibuat dari bambu atau besi
Serunai : alat musik tiup jenis clarinet yang dibuat dari kayu
Seudati : seni tradisional dari Aceh yang berupa tari dan nyanyian
Sinden : penyanyi wanita pada seni gamelan jawa
Slendro : laras gamelan jawa
Solo : nyanyian (musik) tunggal yang dinyanyikan (dimainkan) oleh seorang
Sonata : komposisi musik untuk instrumen tunggal atau ganda
Sumo : gulat tradisional Jepang
U. Ukelele : alat musik berdawai empat yang bentuknya seperti gitar
Ulos : tenunan masyarakat Batak
Uran-uran : nyanyian (tembang dalam bahasa jawa
T. Tabia : kendang kecil
Tablo : pertunjukan lakon tanpa gerak atau tanpa dialog
Talempang : alat musik yang dibuat dari logam, perunggu, besi
Tambur : gendering; alat musik yang dipukul
Tamtam : sejenis gendang
Tandak : tari jawa yang diperagakan oleh seorang wanita
Tanggetong: alat musik berupa siter bambu dari Tapanuli
Tango : (musik) tarian dari Spanyol
Tangsa : genderang (rebana untuk mengarak tabuta)
Tarawangsa: alat musik gesek dari Sunda
Tarling : jenis alat musik masyarakat Cirebon, gitar dan suling
Tataganing : perangkat musik Batak Toba (terdiri atas gendang besar, gendang kecil, gong kecil, serunai)
Tayub : tarian diikuti dengan tembang yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan
Tebung : alat musik sejenis genderang (dari Kalimantan barat)
Tembang : nyanyian atau puisi
Terompet : alat musik tiup
Tifa : gendang kecil (dari Maluku)
Tromban : terompet yang bentuknya panjang
Trompong : alat gamelan yang bentuknya seperti barang yang disusun secara memanjang
V. Viol : biola
Violin : biola kecil
Vokalia : lagu-lagu yang dinyanyikan; nyanyian
W. Warangsana: penyanyi wanita dalam seni karawitan jawa; pesinden
Wirasuara : penyanyi pria dalam karawitan
Wiyaga : pemain gamelan
X. Xenograf : orang yang ahli membaca tulisan bahasa asing
Xilofon : alat musik yang dibuat dari bilah-bilah kayu, jika dipukul dengan alat pukul kayu akan menimbulkan bunyi yang berbeda-beda
Xilografi : ilmu senigrafika dalam pembuatan ukiran kayu
Z. Ziter : alat musik jawa yang menggunakan dawai antara 30-40 dan dimainkan dengan jari-jari tangan