Di hari yang penuh memori iniku bermuhasabah dirimembenahi diriya Rabb bimbinglah diri inilapangkanlah dalam dada diri inidengan karunia Imandan hiasilah dengan ma`rifatmusertamatikanlah diri ini dalam keadaan islamyg lurus dijalan-Muya Rabb bimbinglah diri ini yang penuh akan lika-liku duniadalam menjalani hidup iniya Rabb bimbinglah diri inidijalan yang penuh akan duridan selamatkanlah diri ini dari tipu dayauntuk memasuki surga abadiya Rabb bimbinglah diri ninisetiap detik setiap menittunjukilah cahaya terang-Mudan selalu dalam rahmat-Muridho yang tak dimilki oleh siapapun kecuali ridho Ummibimbinglah Ummi ya Rabb...sebagaimana beliau menyayangihambaya Rabb.....Dihari yang penuh memori inilindungilah hamba dari api nerakahalalkanlah diri ini untuk mencium dan memasuki surga-Muyang harum nan abadiYa Rabb.....dihari yang penuh memori inihamba sangat bersyukurmasih Engkau beri kesempatanuntuk memilikinyaYa Rabb......dihari yang penuh memori inidimana dosa setiap hari selalu menghampiri diri inikini rahmatilah sisa umur hamba ini....dan ampunilah hamba -Mu inidosa kedua ortu hambaterutama Ummiya Rabb ya Tuhankulindungilah beliauizinkanlah hamba slalu bersamanyahingga disurga-Muya Rabbdihari yang penuh memori inijadikanlah hamba menjadiorang yang patuh terhadapperintah-Mu n perintah Ummijemputlah hamba dalamkeadaan islam n jihad dijalan-Musemua yg ada didalam duniapasti akan kembali kepada-Mukini kuserahkan diri ini kepada-Mu ya Rabb
(Suara Renungan Muslim _ Menjemput Hidayah Illahi) dengan merenung, aku menulis dengan menulis, aku berkarya dengan berkarya, aku berda'wah dengan berda'wah, aku menghidupkan agamaku
Minggu, 26 Desember 2010
27 Desember 2010
By : Dwiki Al-Akhyar
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, Desember 26, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Doaku di usiaku ke 19
By : Dwiki Al-Akhyar
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah panjangkanlah umur kami, sehatkanlah tubuh kami, terangilah hati-hati kami, tetapkanlah iman kami, perbaikilah amal-amal kami dan luaskanlah rizki kami. Dekatkanlah kami kepada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejelekan. Penuhilah hajat kami, dunia dan akhirat, akhirilah hidup kami dengan iman, Islam dan ikhsan. Tutuplah akhir hidup kami dengan baik dan janganlah engkau mengakhiri hidup kami dengan jelek.
Ya Allah, jadikanlah akhir perkataan kami ucapan “LA ILAAHA ILLALLAH” dengan rahmat-mu wahai sebaik-baik Penyayang. Rahmat dan kesejahteraan semoga tercurah atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga dan sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Aamiin!
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, Desember 26, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Selasa, 21 Desember 2010
Tidak ada sekolah khusus untuk menjadi ibu, seperti sekolah menjadi dokter,perawat, guru dan atau berbagai profesi lainnya. Memang ada berbagai seminar dan buku-buku tentang menjadi ibu yang baik, atau tentang bagaimana mendidik anak dan berbagai tema yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab seorang ibu. Namun tetap saja itu bukanlah sebuah sekolah dan tidak pernah cukup untuk mempersiapkan dan melengkapi seorang wanita untuk menjadi ibu. Menjadi ibu adalah sebuah kehormatan, sebuah pelayanan yang tidak tampak di muka umum namun memiliki tanggung jawab yang tidak mudah untuk dilakukan. Menuntut pengorbanan dan kerelaan hati. Menyita 24 jam jatah hidup kita, dalam 7 hari seminggu, 52 minggu setahun. dan berbeda dengan yang mungkin dialami oleh para pekerja kantor dengan fasilitas cuti, menjadi seorang ibu tidak ada istilah cuti walau bagaimanapun kita lelah dan penat.
Menjadi ibu berarti selalu siap mengulurkan tangan menjawab kebutuhan anak, tidak peduli rasa letih menguasai tubuh. Memberikan pelukan hangat di saat anak merasakan kesepian. Menghibur anak kala mereka bersedih, mendorong penuh semangat ketika mereka gagal, dan selalu memberikan yang terbaik untuk mereka dalam keadaan atau situasi seperti apapun. Seperti kisah bunda hajar yang menunjukkan ketegaran, kekuatan iman, dan ketawakalan jiwa yang luar biasa. Beliau kala itu hanya bersama anak semata wayangnya Ismail di suatu padang tandus yang bahkan tidak ada rumput tumbuh. Dan mendapati perbekalannya hampir habis, Hajar berlari menuju Bukit Shafa, berharap bertemu dengan suatu kafilah yang lewat untuk dimintai pertolongan. Tak ditemuinya seorangpun, beliau turun untuk menuju Bukit Marwah. Begitulah, beliau dengan khawatir, mondar-mandir hingga tujuh kali karena Ismail terus menerus menangis kehausan. Semua hal tersebut dilakukan bunda Hajar demi membahagiakan anaknya dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Dan Allah adalah yang Maha Menepati Janji. Di tengah kekalutan, muncullah mata air yang letaknya dekat dengan Ismail. Hajar bergegas menuju mata air tersebut dengan penuh rasa syukur.
Sebagai ibu dan manusia biasa, terkadang kita mengeluh dan mengasihani diri hingga terpuruk dalam kondisi kita yang mungkin sangat sulit saat ini. Namun cukuplah kisah bunda Hajar menjadi cermin bagi diri agar kita untuk banyak belajar menjadi wanita tegar, setegar beliau dalam mengikhlaskan diri, menerima dan melaksanakan tugas beliau sebagai ibu dan seorang istri. Setiap menit adalah sarana kita bersekolah menjadi ibu. Dan Setiap hari akan selalu ada pelajaran baru. Tidak akan pernah habis sampai akhir hayat kita, semua Tergantung kepada kita apakah kita mau belajar atau tidak, untuk menjadi ibu ibu teladan bagi anak- anak kita, dan karena menjadi ibu adalah tugas yang sangat mulia.(rps)
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Selasa, Desember 21, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Maafkan Daku Ibu...T_T
ya...ibu bak bidadari...maafkan aku ibu jika pernah terguris d hati mu...d sebabkan kealpaan ku...aku sgt kagum ketabahan hati seorang ibu...ibu ku masih belum puas merasa kehangatan dakapan mu dan rindukan belaian kasih suci mu...ibu aku mengimpikan sebuah surga nan indah di bawah telapak kaki mu itu...oh ibu ku....aku sayang aku rindukan mu...d setiap hembusan nafas ku....t kasih ibu dari ku x terhingga buat mu...dari kejauhan ini ku sentiasa mendoakan kesejahteraan dan kebahagiaan mu...ibu ku..
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Selasa, Desember 21, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Untukmu Bunda......
“Selamat Hari Ibu…”, “Aku sayang Ibu…” itu beberapa kata yang muncul di status YM Dan Facebook teman-temanku. Hari ini memang rasanya special buat semua orang untuk ibunda, mungkin kecuali saya, * sigh* karena bagi saya setiap hari adalah hari untuk berterima kasih pada ibu..
Ibu adalah sosok yang paling penting dalam perjalanan hidup manusia, beliau yang mengandung kita, melahirkan, membesarkan, merawat, mengasuh, mengasihi, mengajari, mendidik, melindungi, memberi. Peran ibu sedemikian besar, sudah seharunyalah sebagai anak, kita harus berbakti kepada beliau….
Hari ini tanggal 22 Desember merupakan hari paling bahagia buat para ibu…adakah sesuatu yang bisa kita berikan kepada para ibu di hari yang spesial ini?
Di hari Ibu ini beberapa hal Bisa Teman-Teman lakukan:
1. Mengirimkan SMS ucapan “SELAMAT HARI IBU” — SEMOGA SENANTIASA MENJADI TELADAN DAN MENJADI INSPIRASI BAGI ORANG LAIN kepada ibu-ibu yang yang saya kenal dan yang memberikan banyak inspirasi kepada orang lain.
2. Memberikan sesuatu yang bermakna (Hadiah) kepada ibu.
3. Mengabulkan permohonan Ibu/Orang Tua (Apapun, Dan Jangan Pernah Ngebantah…hehehehe)
PUISI UNTUKMU BUNDA :
Pagi ini aku tepekurTapi semua ini memang tidak sanggup membalas semua kebaikan yang telah mereka lakukan, para ibu….
Menepikan segumpal asa yang kian merajaiku
Sebuah nama mengisi sudut jiwaku
Bunda…
Kucoba tuk merangkai kata demi kata
Bait demi bait
Namun tak kutemui apa yang kucari
Karena tak ada yang melebihimu
Kelembutan pun keperkasaanmu
Bunda…
Tuhan menjadikanmu sebagai mediatorku
Mengajariku akan makna hidup
Memapahku saat kuterapuh
Menjadi perisai dalam jeratan tirani dunia
Yang menggerogoti kepolosanku
Bunda…
Jubah kasihmu yang telah kau sulam ini
Biarlah terus menghangatkanku
Dalam pekatnya jiwaku
Bunda…
Tak ada kata yang bisa mengungkapkan
Kesempurnaan dalam ketidaksempurnaanmu
Pun perjuangan dan pengorbananmu
Dalam melahirkanku dan membesarkanku
Dalam diamku aku berteriak
Terima kasih, Bunda…
Ya semoga saja ini bisa, meski sedikit.
SELAMAT HARI IBU — HAPPY MOTHER’S DAY
Kutunggu kiprah dan baktimu selalu. (*)
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Selasa, Desember 21, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Ibu.....Kaulah segalanya dalam hidupku
ibuku..
ah...kelu lidahku bila ingat salahku padamu
kau melihatku, tp jarang aku memandangmu..
kau memelukku, tp aku tak hiraukan itu
kau membelaiku, tp aku tertidur dan melupakannya disaat terbangun
kau berpeluh untukku, tp aku hanya bermain lalu kecapaian
kau mendoakanku, tp aku hanya berputar2..
air mata mu menetes untukku
kau kelelahan untukku..
kau berdoa untukku...
bisakah aku menggantinya?
semoga aku dimaafkan karna telah menyusahkanmu..
tidak akan ada seorangpun yg bisa menggantikanmu di hatiku
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Selasa, Desember 21, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Minggu, 12 Desember 2010
Biografi Penulis IDV
Dwiki Al-Akhyar dilahirkan di Lampung Tengah, 27 Desember 1991. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya pisah, dan ayahnya berkahwin lagi. Selepas perpisahan itu, saat habis SMP, Dwiki mengikut ibunya ke Palembang.
Semasa kecil di Lampung, Dwiki sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Dwiki. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat berpisah dengan neneknya . Dwiki melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih dalam blognya (Islamic Decotional Voice).
Bukan perpisahan yang kan begitu melumpuhkan hati, dan bukan pula perpisahan yang begitu memecah tali antara cucu dan seorang nenek terkasih.
Sesuadh nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Dwiki sayangi. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Dwiki acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Dwiki juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Dwiki terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Syahid (pepeng) dan Dadang (Cecek), pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Dwiki Al-Akhyar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Dwiki pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.
Rakannya pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”
Wanita adalah dunia Dwiki sesudah buku. Tercatat nama gadis yang ia cintai sebagai gadis yang dikejar-kejar Dwiki. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Dwiki. Namun, kepada gadis Lampung yang ia cintai telah pergi jauh bahkan ada yang ke seberang.
Semasa kecil di Lampung, Dwiki sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Dwiki. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat berpisah dengan neneknya . Dwiki melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih dalam blognya (Islamic Decotional Voice).
Bukan perpisahan yang kan begitu melumpuhkan hati, dan bukan pula perpisahan yang begitu memecah tali antara cucu dan seorang nenek terkasih.
Sesuadh nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Dwiki sayangi. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Dwiki acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Dwiki juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Dwiki terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Syahid (pepeng) dan Dadang (Cecek), pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Dwiki Al-Akhyar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Dwiki pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.
Rakannya pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”
Wanita adalah dunia Dwiki sesudah buku. Tercatat nama gadis yang ia cintai sebagai gadis yang dikejar-kejar Dwiki. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Dwiki. Namun, kepada gadis Lampung yang ia cintai telah pergi jauh bahkan ada yang ke seberang.
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, Desember 12, 2010
Tidak ada komentar:
Renungan
Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,
sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya,
Demi Allah, sesungguhnya semakin dekat ujung kehidupan kita,
Hisab semakin nyata, dan sesungguhnya Hisab Allah amatlah berat,
Saudaraku, Janganlah sia siakan nafas kita, jangan sia siakan waktu kita,
Sesungguhnya Hanya Allahlah tujuan kita...
*********
Perjalanan hidup manusia, menempuh alam dunia
menghabiskan waktu, yang tiada lama
Usia bertambah makin senja, tiada terasa tak tersadar
Semakin dekatlah kematian, akan menjelang tiba
Sadarilah, usia amanah dari Ilahi
Sadarilah, ia pasti kan dimintai
Pertanggung jawabannya pada Ilahi
Sadarilah, jalani hidup ini penuh makna
Sadarilah, pastikan ia berarti diakhirat yang abadi.
*********
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, Desember 12, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
Dudung.Net
Selasa, 07 Desember 2010
RAHASIA DIBALIK MUHARRAM (1432H)
Tuhan...
kami telah nista akan diri ini...
bertahun membuat kesalahan
dan berlumuran akan dosa2 yg membalut kehudupan ini
Ampuni Daku TUHAN
Tuhan....
kami telah midah menggunakan Asma-Mu didunia ini
Engkau sangatlah pemurah
Tuhan ampunilah Daku
tidak ada sebuah tahu yang mempunyai makna begitu mendalam
seperti tahun didalam islam
titik pemisah antara masa mekah dan masa madinah
sebagai titik pemisah antara yang salah (bathil) dan yang bemar (haq)
antara yang syirik dan tauhid
antara umat jahiliyah dan umat berhidayah
disinilah makna mendalam bagi seluruh umat Islam
jika kita bisa memaknai arti sabda Rasulullah
dari Abu Huraurah R.a
"Tidak akan datang kiamat sehingga waktu semakin berdekatan
setahun seperti sebulan
sebulan sperti sejum`at
sejum`at seperti sehari
seharu seperti sejam
dan sejam terasa hanya sekejap....
Subhanallah......
Created By : Dwiki Al-Akhyar
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Selasa, Desember 07, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
1 MUHARAM 1432H
Ya Muhammad
Ya Nabiyullah pemimpin semesta Alam
Ajaranmu adalah Rahmad
Kini 1 Muharram 1432H tlah datang
berbagai cobaan
berbagai hempasan menghantam
tak kan dapat meruntuhkan keimananmu ya Nabiyullah
sgala ajaranmu adalah terpuji
segala petuahmu adalah suci
engkau pemumpun umat semesta alam
di 1 Muharram 1432H ini
kami ingin menguak akan sejarah
dan rahasia di balik 1 Muharram
kini merupakan sejarah yang nyata fakta adanya
dari engkau ya Rasulullah
engkau hijrah dari mekkah
yang saat itu meupakan "DARUL KUFUR"
dan engkau menuju ke Madinah
yang saat itu merupakan "DARUL ISLAM"
engkai membawa cahaya
terang dan menerangi seluruh umat islam
yang membuat kami semua slalu istiqomah hijrah islamiyah
yang diridhoi-Nya
dan amanah dari Allah yang diridhoi-Nya
Kini 1 Muharram 1432H
Tlah nyata datang
smoga kami (Sluruh umat islam)
menjadi kuat IMAN
dan kokoh akan UKHUWAH USLAMIYAH
Amin .... Amin.... Amin ya Robbal`Alamin.....
By : Dwiki Aksay (Dwiki Al-Akhyar Sayang Abi wa Ummi)
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Selasa, Desember 07, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
Jumat, 03 Desember 2010
BERTOBATLAH INDONESIAKU
Hamparan bumi nan hijau mebentang
Lautan yang kaya akan kehidupan
Gunung-gunung tinggi menjulang
Dan lembah-lembah yang memukau
Itu ada pada mu Indonesiaku
Tokoh reformasi benyak engkau lahirkan
Budak-budak pun telah engkau merdekakan
Lantas adakah yang menistakan mu Indonesiaku?????
Tak cukupkah laut yang terbentang itu
Gunung-gunung yang menjulang
Nun lembah memukau, atau lautan yang mememsona
Hingga engkau dicerca kebodohan…
Dicaci kemiskinan……
Dihinakan keadaan…..
Lihatlah dirimu…
Lautan taklagi menghasilkan bagimu
Lembah pun telah menenggelamkanmu
Gunung-gunung telah menindih mu
Lautanpun telah mengirim ombaknya untukmu….
Dan teman-temanmu talah menghujahmu…
Apa yang terjadi denganmu Indonesiaku????
Apa?????
Ceritakanlah padaku!!!!!!!!
Atau kah karena…..
Penjaramu telah mengerangkeng pencuri pisang, lalu membebaskan koruptor
Atau hukummu yang membela kelompok kepentingan dan menindas kaum yang daif
Ataukah adatmu yang telah dinistakan
Dan agamamu yang telah dilupakan…..
Ceritakanlah wahai Indonesiaku!!!!
Berceritalah padaku……
Jangan engkau buat aku terpana diatas mu
Dengan kenistaan perlakuaa hukum
Dengan merdunya ceracau murai batu yang menyorakkan kelompoknya….
Menghujat dengan kekurangan…
Menjadikan duri dalam perjalanan…
Tidak kah engkau sadar Indonesia ku
Engaku telah dihinakan….
Dihinakan oleh Tuhan Yang Maha Kaya
Yang dulu menjadikanmu dipuji atas persatuan mu
Lantas tidakkah engkau akan sadar
Dengan kehinaan yang datang silih berganti itu
Tidakkah engkau mengerti…
Tdakkah engkau fahami…
Setap detak jantung dan detik yang berlalu
Bertobatlah indonesiaku
Agar allah kembali memuliakan mu…..
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Jumat, Desember 03, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
Penyair.com
Minggu, 28 November 2010
"Indahnya Bahasa Al-Qur'an"
Sesungguhnya Al-Qur'an bukanlah perkataan seorg penyair, atau perkataan tukang tenung..Namun Al-Qur'an adalah benar-benar wahyu yang diturunkan kepada Rasul yang mulia dari Tuhan semesta alam. (Al-Haqqah:40-43) ...
Dengarkan saja bagaimana keindahan bahasa dan bunyinya... begitu sempurna memuaskan indera manusia dan subhanallah... fahamilah bagaimana makna yang terkandung di dalamnya... begitu menggetarkan jiwa.
Simak sja tafsir trjemahn dr ayat 28-32 surat Al-Haqqah..
"Hartaku sama sekali tak berguna bagiku."
"Kekuasaanku telah hilang dariku."
(Allah berfirman),"Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
"Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala"
"Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta"
.....
Kawan...
Segala kandungan yg ada di dilamnya adalah benar adanya...
Segala aturan dan tuntunan di dalamnya adalah penyelamat langkah hidup kita dari api neraka.. na'udzubillah...jangan sampai kita terjerumus ke dalam golongan orang yang mendustakannya...
Dengarkan saja bagaimana keindahan bahasa dan bunyinya... begitu sempurna memuaskan indera manusia dan subhanallah... fahamilah bagaimana makna yang terkandung di dalamnya... begitu menggetarkan jiwa.
Simak sja tafsir trjemahn dr ayat 28-32 surat Al-Haqqah..
"Hartaku sama sekali tak berguna bagiku."
"Kekuasaanku telah hilang dariku."
(Allah berfirman),"Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
"Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala"
"Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta"
.....
Kawan...
Segala kandungan yg ada di dilamnya adalah benar adanya...
Segala aturan dan tuntunan di dalamnya adalah penyelamat langkah hidup kita dari api neraka.. na'udzubillah...jangan sampai kita terjerumus ke dalam golongan orang yang mendustakannya...
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, November 28, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
"Arti Hadirmu, Guru"
Bagiku, kebanggaan menjadi seorang guru... manakala para siswa senantiasa merindukan dan membutuhkanku sebagai motivator mereka, dalam meniti hidup di atas kaki rapuh mereka. Bukan hanya sebatas mentransfer ilmu belaka. Di mana aku bisa menjadi peneguh mereka, hingga mereka tak lagi merasa sebagai orang miskin yang tak berguna dan hina.
Seringkali kulihat kesedihan membayang di mata mereka. Sebentar kemudian, binar impian menggantikannya. Namun.. tak lama kemudian.. luruh dan keruh, lantas hilang dari binar mata mereka.
Duh..Gusti.. begitu pilu hati ini melihatnya.
Lihatlah... merekakah para generasi bangsa. Anak-anak desa yang tak berani bermimpi bagi diri mereka sendiri? Bahu lesu, langkah-langkah tersendat, dan wajah-wajah putus asa yang setiap hari mereka bawa ke gerbang masa depan mereka... inikah keceriaan anak-anak Indonesia?
Suatu hari... kupaksa mata mereka menatap sebuah buku di tanganku. Buku yang selama ini menjadi curahan hidupku. Buku diaryku.
seorang dari mereka bertanya, "Apa itu, Ibu?"
"Ini adalah rekaman hidup dan kotak dari segala impian-impian Ibu," Jawabku.
Kulihat bahu-bahu lesu itu mulai tegak... tatapan keruh dan wajah-wajah putus asa itu mulai fokus menatapku penuh tanya.
"Rekaman hidup? Kotak impian? Apa maksudnya, Bu?"
Aku mulai berbagi dengan mereka. Membacakan sepenggal-sepenggal perjalanan hidupku dan sebagian impian-impianku yang tak pernah kubiarkan terlewat dari diaryku.
"Bermimpilah,Nak. Tak ada yang melarangmu untuk melakukan itu. Lalu raihlah dengan upaya terbaikmu. Kemudian mohonlah pada Allah untuk mempermudah langkahmu."
Setelah itu, melalui diary di tangan mereka.. aku mengerti mereka. Mencoba menjadi peneguh mereka. Mencoba merengkuh hati mereka dan sedapat mungkin mendampingi langkah mereka dalam menggapai impian mereka.
Seperti saat ini, aku tercebur dalam tumpukan diary mereka. Sungguh membahagiakan membaca impian-impian atau hanya sekedar keluhan-keluhan dalam lembar-lembar diary mereka. kubayangkan pula binar-binar mata penuh asa...langkah-langkah tegap penuh tekad... yang kini mulai tampak dalam keceriaan mereka.
Namun ironis... kini aku sering kelabakan.. banyak dari mereka yang menuntut diary agar segera dikembalikan.. "Ingin saya ceritakan pengalaman berharga saya. saya butuh segera pendapat Ibu." kata mereka. Lalu aku seperti diburu waktu... secepat mungkin aku commant catatan mereka, karena aku takut mereka salah arah atau impian itu kabur dari benak mereka.
"Guruku... kau adalah motivator hidupku, itulah arti hadirmu bagiku."
Kalimat itu pernah kubaca dalam diary salah satu dari mereka. Ungkapan sederhana mereka yang hingga kini masih mampu membuatku mengesampingkan sedikit ego dan idealismeku dalam menghadapi mereka. Membuatku masih tetap kuat berdiri dalam menanggung beban tugas dari profesiku kini.
"Terima kasih, anak-anakku yang luar biasa. Lihatlah... Gerbang impian telah terbuka..menanti kita di sana. Tetap SEMANGAT and Always Do The Best!!"...
Seringkali kulihat kesedihan membayang di mata mereka. Sebentar kemudian, binar impian menggantikannya. Namun.. tak lama kemudian.. luruh dan keruh, lantas hilang dari binar mata mereka.
Duh..Gusti.. begitu pilu hati ini melihatnya.
Lihatlah... merekakah para generasi bangsa. Anak-anak desa yang tak berani bermimpi bagi diri mereka sendiri? Bahu lesu, langkah-langkah tersendat, dan wajah-wajah putus asa yang setiap hari mereka bawa ke gerbang masa depan mereka... inikah keceriaan anak-anak Indonesia?
Suatu hari... kupaksa mata mereka menatap sebuah buku di tanganku. Buku yang selama ini menjadi curahan hidupku. Buku diaryku.
seorang dari mereka bertanya, "Apa itu, Ibu?"
"Ini adalah rekaman hidup dan kotak dari segala impian-impian Ibu," Jawabku.
Kulihat bahu-bahu lesu itu mulai tegak... tatapan keruh dan wajah-wajah putus asa itu mulai fokus menatapku penuh tanya.
"Rekaman hidup? Kotak impian? Apa maksudnya, Bu?"
Aku mulai berbagi dengan mereka. Membacakan sepenggal-sepenggal perjalanan hidupku dan sebagian impian-impianku yang tak pernah kubiarkan terlewat dari diaryku.
"Bermimpilah,Nak. Tak ada yang melarangmu untuk melakukan itu. Lalu raihlah dengan upaya terbaikmu. Kemudian mohonlah pada Allah untuk mempermudah langkahmu."
Setelah itu, melalui diary di tangan mereka.. aku mengerti mereka. Mencoba menjadi peneguh mereka. Mencoba merengkuh hati mereka dan sedapat mungkin mendampingi langkah mereka dalam menggapai impian mereka.
Seperti saat ini, aku tercebur dalam tumpukan diary mereka. Sungguh membahagiakan membaca impian-impian atau hanya sekedar keluhan-keluhan dalam lembar-lembar diary mereka. kubayangkan pula binar-binar mata penuh asa...langkah-langkah tegap penuh tekad... yang kini mulai tampak dalam keceriaan mereka.
Namun ironis... kini aku sering kelabakan.. banyak dari mereka yang menuntut diary agar segera dikembalikan.. "Ingin saya ceritakan pengalaman berharga saya. saya butuh segera pendapat Ibu." kata mereka. Lalu aku seperti diburu waktu... secepat mungkin aku commant catatan mereka, karena aku takut mereka salah arah atau impian itu kabur dari benak mereka.
"Guruku... kau adalah motivator hidupku, itulah arti hadirmu bagiku."
Kalimat itu pernah kubaca dalam diary salah satu dari mereka. Ungkapan sederhana mereka yang hingga kini masih mampu membuatku mengesampingkan sedikit ego dan idealismeku dalam menghadapi mereka. Membuatku masih tetap kuat berdiri dalam menanggung beban tugas dari profesiku kini.
"Terima kasih, anak-anakku yang luar biasa. Lihatlah... Gerbang impian telah terbuka..menanti kita di sana. Tetap SEMANGAT and Always Do The Best!!"...
Label:
By : Dwiki Al-Akhyar
AKHLAQ DI DALAM ISLAM
AKHLAQ DI DALAM ISLAM
Akar kata ‘AKHLAQ’ dalam bahasa ‘Arab adalah ‘kholaqo’ (masdar tsulastsy) yang merupakan akar pula kata-kata ‘kholiq’, ‘kholq’ dan ‘makhluq’. ‘kholaqo’ sendiri berarti menciptakan. Ketiga buah kata ‘Kholiq’, ‘Akhlaq’ dan ‘makhluq’ murapakan kata yang saling berhubungan erat. Dan ini bisa kita sama-sama rujuk kepada Al-Qur’an, surah Ar-Rahmaan ayat 1-4: “Ar-Rahmaan (Allah, Al-Kholiq). (Yang) Mengajarkan Al-Qur’an. (Yang) Menciptakan (kholaqo) Manusia (Al-Insaan, Al-Makhluuq). (Yang) mengajarkannya Al-Bayaan.” Insya’ Allah, dengan bashirah (daya pandang) yang senantiasa dituntun oleh fitrah yang suci, kita akan memahami hakikat ayat ini bahwa: Allah adalah Al-Khaliq yang telah menciptakan makhluq-Nya (manusia) dan membekalinya, menuntunnya, mengajarkan melalui utusannya Al-Qur’an yang merupakan penjelas bagi segala sesuatu (Al-Bayaan). Dengan berbekal dan berpedoman kepada Al-Qur’an manusia menjadi terbimbing dan terarah hidupnya
Akar kata ‘AKHLAQ’ dalam bahasa ‘Arab adalah ‘kholaqo’ (masdar tsulastsy) yang merupakan akar pula kata-kata ‘kholiq’, ‘kholq’ dan ‘makhluq’. ‘kholaqo’ sendiri berarti menciptakan. Ketiga buah kata ‘Kholiq’, ‘Akhlaq’ dan ‘makhluq’ murapakan kata yang saling berhubungan erat. Dan ini bisa kita sama-sama rujuk kepada Al-Qur’an, surah Ar-Rahmaan ayat 1-4: “Ar-Rahmaan (Allah, Al-Kholiq). (Yang) Mengajarkan Al-Qur’an. (Yang) Menciptakan (kholaqo) Manusia (Al-Insaan, Al-Makhluuq). (Yang) mengajarkannya Al-Bayaan.” Insya’ Allah, dengan bashirah (daya pandang) yang senantiasa dituntun oleh fitrah yang suci, kita akan memahami hakikat ayat ini bahwa: Allah adalah Al-Khaliq yang telah menciptakan makhluq-Nya (manusia) dan membekalinya, menuntunnya, mengajarkan melalui utusannya Al-Qur’an yang merupakan penjelas bagi segala sesuatu (Al-Bayaan). Dengan berbekal dan berpedoman kepada Al-Qur’an manusia menjadi terbimbing dan terarah hidupnya
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, November 28, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
: Tarbiyah Hati. .
Di Antara Berjuta Cinta
Di Antara Berjuta Cinta
Kehidupan ini rasanya tak pernah dapat dilepaskan dari apa yang dinamakan ‘cinta’. Dengannya menjadi semarak dan indah dunia ini. Lihat saja, bagaimana seorang bapak begitu bersemangat dalam beraktivitas mencari nafkah, tak lain karena dorongan cintanya terhadap anak dan isterinya. Seorang yang lain pun begitu semangatnya menumpuk harta kekayaan, karena sebuah dorongan cinta terhadap harta benda, demikian pula mereka yang cinta kepada kedudukan, akan begitu semangat meraih cintanya.
Itu semua adalah beberapa contoh dari berjuta cinta yang ada. Meskipun kesan yang banyak dipahami orang tentang cinta, identik dengan apa yang terjadi antara seorang pemudi dan pemuda. Padahal cinta tak hanya sebatas itu saja.
Ternyata masalah cinta memang tidak sederhana. Ada cinta yang bernilai agung lagi utama, namun ada pula cinta yang haram dan tercela. Cinta sendiri kalau dilihat menurut islam, maka dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk. Kita semestinya tahu tentang model cinta tersebut untuk kemudian mampu memilih mana cinta yang mesti kita lekatkan di hati, mana pula cinta yang mesti kita tinggalkan sejauh-jauhnya.
Cinta kepada Allah
Cinta model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah pokok dari iman dan tauhid seorang hamba. Karena memang Allah sajalah satu-satunya dzat yang patut diberikan rasa cinta.
Segala cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahwa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan ridha kepada Allah.
Mengapa kita mesti cinta kepada Allah ? banyak sekali alasannnya. Diantaranya adalah karena Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Kalau demikian, sungguh sangat pantas apabila seorang hamba cinta kepada Allah, karena Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.
“Dan apa-apa nikmat yang ada pada kalian , maka itu semua dari Allah”
(QS Al Baqarah : 165)
Seorang hamba di setiap pagi dan petang, siang dan malam selalu berdoa, memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dari doa tersebut kemudian Allah memberikan jawaban, menghindarkan hamba dari bahaya, memenuhi kebutuhan hamba tadi. Keterikatan ini mendorong hati untuk mencinta kepada dzat tempat ia bermohon.
Setiap insan pun tak lepas dari dosa dan kesalahan, maka Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba tadi, bahkan Allah tetap memberikan rahmah meski hamba kadang tidak menyayangi dirinya sendiri. Kebaikan-kebaikan yang dibuat hamba, tak ada sesuatu pun yang mampu diharap untuk memberi balasan dan pahala kecuali Allah semata.
Terlebih lagi, Allah telah menciptakan hamba, dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Tumbuh, berkembang dengan rizki dari Allah Ta’ala. Maka ini menjadi alasan kenapa hamba semestinya cinta kepada Allah.
Cinta memang menuntut bukti. Tak hanya sekedar ucapan, seperti pepatah orang arab ‘semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila namun si Laila tak pernah mengakuinya’. Dan wujud cinta ilahi dibuktikan dengan
“Katakanlah apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian” (QS Ali Imran : 31)
mengikuti sunah nabi dan juga berjihad di jalan Allah Ta’ala.
Cinta karena Allah / cinta di jalan Allah
Cinta karena Allah tentu saja mengikuti cinta yang pertama. Seperti dalam kehidupan, ketika kita cinta kepada seseorang maka apa yang dicintai oleh orang yang kita cinta pun kita sukai pula. Cinta karena Allah adalah cinta kepada ‘person’ yang dicinta Allah seperti para nabi, rasul para sahabat nabi dan orang-orang shalih. Cinta karena Allah jua berujud cinta kepada perbuatan shalih seperti shalat, puasa zakat, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, berakhlaq mulia, menuntut ilmu syar’i dan segala perbuatan baik yang lain. Dengan demikian, ketika seoarng muslim mencinta seseorang atau perbuatan maka ia punya sebuah barometer “apakah hadir pada perbuatan maupun orang tadi hal yang dicinta Allah”. Bagaimana kita tahu kalau suatu perbuatan dicinta Allah? Jawabnya adalah, apabila Allah perintahkan atau diperintahkan Rasulullah berupa hal yang wajib maupun yang sunnah(mustahab).
Cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman
“Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari dan Muslim)
Cinta ini bermanfaat bagi pelakunya sehingga mereka layak mendapatkan perlindungan Allah di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah saja.
Cinta bersama Allah
Kecintaan ketiga ini adalah cinta yang terlarang. Cinta bersama Allah berarti mencintai sesuatu selain Allah bersama kecintaan kepada Allah. Membagi cinta, adalah model cinta yang ketiga ini. Kecintaan ini hanyalah milik orang-orang musyrik yang mencintai sesembahan-sesembahan mereka bersama cinta kepada Allah. Seperti firman Allah:
“Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, yang mereka mencintai tandingan tadi sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar cinta mereka kepada Allah “
(QS Al Baqarah : 165)
Kecintaan ini bisa ditujukan kepada pohon, berhala, bintang, matahari, patung , malaikat, rasul dan para wali apabila kesemuanya dijadikan sesembahan selain Allah.
Terus bagaimana cinta kita kepada anak, harta, pakaian, nikah dan kepada hal yang berhubungan dunia ? Cinta yang seperti ini adalah cinta yang disebut sebagai “cinta thabi’i” cinta yang sesuai dengan tabiat artinya wajar-wajar saja. Apabila mengikuti kecintaan kepada Allah, mendorong kepada ketaatan maka ia bermuatan ibadah. Sebaliknya bila mendorong kepada kemaksiatan maka ia adalah cinta yang tercela dan terlarang.
Kehidupan ini rasanya tak pernah dapat dilepaskan dari apa yang dinamakan ‘cinta’. Dengannya menjadi semarak dan indah dunia ini. Lihat saja, bagaimana seorang bapak begitu bersemangat dalam beraktivitas mencari nafkah, tak lain karena dorongan cintanya terhadap anak dan isterinya. Seorang yang lain pun begitu semangatnya menumpuk harta kekayaan, karena sebuah dorongan cinta terhadap harta benda, demikian pula mereka yang cinta kepada kedudukan, akan begitu semangat meraih cintanya.
Itu semua adalah beberapa contoh dari berjuta cinta yang ada. Meskipun kesan yang banyak dipahami orang tentang cinta, identik dengan apa yang terjadi antara seorang pemudi dan pemuda. Padahal cinta tak hanya sebatas itu saja.
Ternyata masalah cinta memang tidak sederhana. Ada cinta yang bernilai agung lagi utama, namun ada pula cinta yang haram dan tercela. Cinta sendiri kalau dilihat menurut islam, maka dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk. Kita semestinya tahu tentang model cinta tersebut untuk kemudian mampu memilih mana cinta yang mesti kita lekatkan di hati, mana pula cinta yang mesti kita tinggalkan sejauh-jauhnya.
Cinta kepada Allah
Cinta model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah pokok dari iman dan tauhid seorang hamba. Karena memang Allah sajalah satu-satunya dzat yang patut diberikan rasa cinta.
Segala cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahwa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan ridha kepada Allah.
Mengapa kita mesti cinta kepada Allah ? banyak sekali alasannnya. Diantaranya adalah karena Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Kalau demikian, sungguh sangat pantas apabila seorang hamba cinta kepada Allah, karena Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.
“Dan apa-apa nikmat yang ada pada kalian , maka itu semua dari Allah”
(QS Al Baqarah : 165)
Seorang hamba di setiap pagi dan petang, siang dan malam selalu berdoa, memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dari doa tersebut kemudian Allah memberikan jawaban, menghindarkan hamba dari bahaya, memenuhi kebutuhan hamba tadi. Keterikatan ini mendorong hati untuk mencinta kepada dzat tempat ia bermohon.
Setiap insan pun tak lepas dari dosa dan kesalahan, maka Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba tadi, bahkan Allah tetap memberikan rahmah meski hamba kadang tidak menyayangi dirinya sendiri. Kebaikan-kebaikan yang dibuat hamba, tak ada sesuatu pun yang mampu diharap untuk memberi balasan dan pahala kecuali Allah semata.
Terlebih lagi, Allah telah menciptakan hamba, dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Tumbuh, berkembang dengan rizki dari Allah Ta’ala. Maka ini menjadi alasan kenapa hamba semestinya cinta kepada Allah.
Cinta memang menuntut bukti. Tak hanya sekedar ucapan, seperti pepatah orang arab ‘semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila namun si Laila tak pernah mengakuinya’. Dan wujud cinta ilahi dibuktikan dengan
“Katakanlah apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian” (QS Ali Imran : 31)
mengikuti sunah nabi dan juga berjihad di jalan Allah Ta’ala.
Cinta karena Allah / cinta di jalan Allah
Cinta karena Allah tentu saja mengikuti cinta yang pertama. Seperti dalam kehidupan, ketika kita cinta kepada seseorang maka apa yang dicintai oleh orang yang kita cinta pun kita sukai pula. Cinta karena Allah adalah cinta kepada ‘person’ yang dicinta Allah seperti para nabi, rasul para sahabat nabi dan orang-orang shalih. Cinta karena Allah jua berujud cinta kepada perbuatan shalih seperti shalat, puasa zakat, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, berakhlaq mulia, menuntut ilmu syar’i dan segala perbuatan baik yang lain. Dengan demikian, ketika seoarng muslim mencinta seseorang atau perbuatan maka ia punya sebuah barometer “apakah hadir pada perbuatan maupun orang tadi hal yang dicinta Allah”. Bagaimana kita tahu kalau suatu perbuatan dicinta Allah? Jawabnya adalah, apabila Allah perintahkan atau diperintahkan Rasulullah berupa hal yang wajib maupun yang sunnah(mustahab).
Cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman
“Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari dan Muslim)
Cinta ini bermanfaat bagi pelakunya sehingga mereka layak mendapatkan perlindungan Allah di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah saja.
Cinta bersama Allah
Kecintaan ketiga ini adalah cinta yang terlarang. Cinta bersama Allah berarti mencintai sesuatu selain Allah bersama kecintaan kepada Allah. Membagi cinta, adalah model cinta yang ketiga ini. Kecintaan ini hanyalah milik orang-orang musyrik yang mencintai sesembahan-sesembahan mereka bersama cinta kepada Allah. Seperti firman Allah:
“Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, yang mereka mencintai tandingan tadi sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar cinta mereka kepada Allah “
(QS Al Baqarah : 165)
Kecintaan ini bisa ditujukan kepada pohon, berhala, bintang, matahari, patung , malaikat, rasul dan para wali apabila kesemuanya dijadikan sesembahan selain Allah.
Terus bagaimana cinta kita kepada anak, harta, pakaian, nikah dan kepada hal yang berhubungan dunia ? Cinta yang seperti ini adalah cinta yang disebut sebagai “cinta thabi’i” cinta yang sesuai dengan tabiat artinya wajar-wajar saja. Apabila mengikuti kecintaan kepada Allah, mendorong kepada ketaatan maka ia bermuatan ibadah. Sebaliknya bila mendorong kepada kemaksiatan maka ia adalah cinta yang tercela dan terlarang.
Diposting oleh
Islamic Devotional Voice (IDV)
di palembang
Minggu, November 28, 2010
Tidak ada komentar:
Label:
: Tarbiyah Hati. .
Langganan:
Komentar (Atom)





